Secangkir Kopi sebagai Simbol Toleransi

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Psikologi
dipublikasikan 11 Februari 2016
Secangkir Kopi sebagai Simbol Toleransi

Indahnya perbedaan, indahnya kebersamaan. Tidak ada yang perlu diributkan lagi. Semangat yang ditumbuhkan rasa syukur pada Tuhan, dengan rasa apa saja bahwa kita adalah sama. Untuk yang muda dan pernah muda, saudara kita adalah tetangga kita.

Sekarang kita akan mengenali diri sendiri. Banyak orang terhambat karirnya tanpa mengetahui sebabnya, padahal penyebab itu berasal dari diri sendiri. Langkah yang perlu kita lakukan untuk mengenal diri sendiri, kita harus obyektif dalam mengenal diri sendiri, menghargai diri sendiri, tidak memusuhi diri sendiri dan berfikir positif dan rasional.?

Orang yang ingin memimpin harus terlebih dahulu melihat diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Jadi memelihari hubungan dengan orang lain, bagaimana kita sukses dalam menghargai orang lain itu tadi.

Ada aktualisasi diri bahwa kita adalah kuat, dan hal ini diawali dengan mengenal diri kita sendiri. Kalau kita bisa menikmati peran kita maka kita akan bahagia, tidak ada satu peran yang lebih baik dari peran yang lain.

Karena Hidup itu bagaikan kopi, dan jabatan ataupun pekerjaan itu ibarat cangkirnya. Maka, kecantikan cangkir tidak berpengaruh pada kualitas kopinya, begitu juga dengan jabatan tak berpengaruh pada kualitas hidup kita.

  • view 198