Tersimpan Makna Perdamaian

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Tersimpan Makna Perdamaian

Senja itu terlihat lalu lalang orang diperlintasan jalan Kota Lama Semarang. Sesekali, saya melihat ke arah tepat dipelupuk mataku. Rasa amat kagum itu muncul serentak bersamaan keempat sahabat saya. Kami pun berkata penuh harap, ?Oh my god. Indah sekali bangunan itu?, sembari mengarahkan telunjuk tepat diujung Gereja Belenduk Kota Lama Semarang itu.

Keindahan nan megah. Itu yang tampak kami nikmati dari sebuah bangunan Gereja Belenduk. Ingin rasanya kusampaikan sebuah kata-kata yang berpihak pada pengakuan khalayak, betapa berharganya makna perdamaian yang tersimpan dari bangunan tua itu.

Bangunan itu terletak ditengah-tengah bangunan tua lain yang merupakan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda dan kini menjadi pusat perhatian bagi wisatawan. Baik yang hendak mengenal sejarah, sekedar berfoto keluarga, maupun menikmati kuliner khas Semarang.

Kami menyambung cakap-cakap senja yang hampir menyembunyikan rasa malu atas gelap tiba. Tampak ada rasa dalam upaya membangkitkan kami sadar akan sejarah. Karena, sesungguhnya sejarah memang telah mengemukakan apa adanya. Manusia bisa memaafkan, namun sejarah tak kenal maaf. Kami pun merasa bangga, juga sedih ketika tak lagi mampu merawat dan memperindah warisan sejarah itu.

  • view 208