NEGERI ZIRBAD

Sanjaya San
Karya Sanjaya San Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 15 Maret 2016
NEGERI ZIRBAD

Betapa bahagianya Elang pagi ini. Hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah barunya. Suasananya memang bisa dibilang baru dan asing. Sejak ayahnya dipindahtugaskan ke London, mau tidak mau ia dan ibunya harus turut serta. Sekolah yang dipilih oleh ibunya adalah sebuah sekolah internasional yang didirikan oleh Persatuan Pelajar Indonesia sejak sepuluh tahun lalu. Ia duduk di kelas 3 sekarang.

Sebagai anak yang berasal dari luar benua biru, Elang tentu harus beradaptasi dengan lingkungan barunya di sekolah tersebut. Pagi ini ia harus memperkenalkan diri dengan teman-teman barunya yang berasal dari berbagai negara. Termasuk menceritakan darimana ia berasal.

Ibu guru membuka kelas dan mempersilakan Elang masuk. Perasaan Elang berkecamuk, antara gugup dan malu, entah apa yang ia rasakan. Ia berusaha melukiskan senyum di wajahnya, menunjukkan identitas khas asal negerinya; keramahan. Ibu guru mempersilakan Elang untuk memperkenalkan diri. Bahasa Inggris Elang memang belum terlalu mahir namun ibu guru berjanji akan membantunya.

?Hello, Good morning. My name is Elang Nugraha Jumantara. You can call me: Elang.? Elang memperkenalkan diri begitu singkat, ia nampak malu-malu. Sebenarnya ia berpikir keras untuk berkata apa lagi dalam bahasa Inggris.

?Ada apa, Elang? Any problem?? Ibu guru tersenyum, ?Kamu bisa menceritakan darimana asalmu, hobimu, dan pelajaran kesukaanmu.?

Elang kembali memberanikan diri. ?Hobiku menggambar dan bercerita. Pelajaran kesukaanku adalah Sejarah.? Ia tersenyum dan berkata-kata dengan bahasa Inggris seadanya, ?Aku berasal dari Negeri Zirbad.? Sontak para siswa di ruangan tersebut terkejut. Ibu guru yang sebelumnya merasa bangga bahwa ia menyukai pelajaran sejarah-beliau adalah pengajar Sejarah dan Geografi di sekolah tersebut-kemudian terheran-heran atas apa yang diucapkan Elang.

?Negeri Zirbad? Wow, aku baru mendengarnya, dimanakah itu, Elang?? seorang siswa bertanya penasaran dengan logat bahasa Inggris yang aneh.

?Bisakah kamu ceritakan negeri asalmu itu? Sepertinya menarik. Bu guru dan teman-temanmu ingin tahu.? Ia menarik nafas, mengumbar senyum, dan merasa percaya diri. Elang berusaha menceritakan dan memperkenalkan negeri tersebut dengan bahasa Inggris seadanya.

?Negeri Zirbad adalah negeri paling indah dan kaya di bumi. Ia adalah negeri kepulauan dikelilingi laut dan samudera. Hijau sepanjang masa. Tuhan menganugerahi banyak kekayaan luar biasa pada negeriku ini. Tanpa perlu khawatir, sayur dan buah tersedia beraneka ragam sepanjang tahun. Banyak jenisnya. Disana pula bebungaan mekar sepanjang hari. Setiap tetes embun menghiasi lembar-lembar kelopak daunnya. 15,5 % dari jumlah spesies flora di dunia berada di negeriku. Kupu-kupu beterbangan indah setiap musim. 10% dari jumlah spesies kupu-kupu dunia berada di negeriku. Jumlah fauna endemik sekitar 270 spesies mamalia, 372 spesies burung, 328 spesies reptil, 204 spesies amphibi, dan 280 spesies ikan ada di negeriku.

?Ratusan gunung api tersebar di setiap pulau. Kalian bisa mendakinya setiap hari. Dari dalam dan luar buminya terdapat kekayaan tambang yang luar biasa. Setiap pulau memiliki hasil komoditas tersendiri. Negeriku memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Kalian bisa liburan setiap hari ke pantai dan menikmati sunrise serta sunset yang sangat menakjubkan. Kalian dapat menyelami laut-lautnya dan menemukan beragam spesies laut yang menakjubkan. Laut dan samuderanya memiliki terumbu karang terbesar di dunia. Hampir separuh, negeriku tertutup kawasan hutan hujan tropis yang tersebar di seluruh pulau dan menjadi paru-paru dunia. Tempat bagi ribuan spesies dunia dan endemik. Kalian bisa menelusuri keindahannya setiap hari, menikmati sejuknya dan betapa kaya flora fauna di dalamnya.

?Negeriku memiliki beragam suku bangsa, bahasa, dan agama. Kami semua hidup dalam keanekaragaman dengan tenang dan damai. Di setiap sudutnya akan kalian temui keramahan, senyum, dan gotong royong yang menjadi ciri khas negeriku. Di bawah garis khatulistiwa dan sang saka merah putih-bendera negeriku-, aku berdiri bangga untuk mempertahankan keutuhannya dan segala kekayaannya. Aku disini akan membawa nama harumnya dan memperkenalkannya pada dunia.?

?Ah, ibu guru mengerti, Elang. Negeri Zirbad* yang kamu maksud adalah Indonesia, bukan?? Tanpa merasa malu lagi, Elang mengangguk mantap dan tersenyum lebar. Ayahnya banyak bercerita soal Indonesia sehingga ia tahu segala hal tentang negerinya. Dalam imajinasi dan kecerdasannya, ia menggambarkan negerinya sebagaimana negeri bawah angin yang pernah diceritakan ayahnya. Negeri itu sangat indah sebagaimana Indonesia.

*Zirbad adalah negeri bawah angin, menurut pandangan orang Persia (KBBI)

  • view 135