Yang patah tumbuh, yang hilang berganti.

Boy  Adisakti
Karya Boy  Adisakti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 April 2016
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti.

yang... yang patah tumbuh... yang hilang berganti... yang sia-sia, akan jadi makna...

 

lagu bandaneira itu cukup mempengaruhiku beberapa hari ini. semua tentang pilihan. yang sesekali mudah untuk dilakukan, namun tak jarang sulit untuk menentukan. otak berpikir sebegitu keras, hati menelaah kebenaran di awang-awang, dan doa mencoba mencari jalannya menuju Tuhan. oh Tuhan...

oh, sungguh, begitulah memilih. entah harus bersyukur atau harus bersedih. manusia yang tak kurang-kurangnya anugerah dari Tuhan, tapi syukurpun sesuatu yang langka. dan ini masih soal memilih. dua-dua yang berbeda tapi sama. bukankah kutub utara dan selatan juga sama2 bersalju tapi sungguhpun keduanya berbeda?

sampai tiba saatnya waktu yang ditentukan. pilihan pun harus dijatuhkan. dahi yang terkerut, bibir yang mengernyit, mata yang terpejam, dan Bismillah yang keluar dari mulut dengan ikhlas, mengiringiku dalam pilihan. namun keraguan tak kunjung pergi.

beberapa hari setelah pilihan dijatuhkan, ada hal yang sudah reda. namun mengapa keraguan tak pergi jua. apa yang kamu sesalkan dari hal yg sudah kau putuskan? apa kau masih berharap menanam kopi sedang kamu sudah memilih menanam sawit? bukankah jalan yang kau pilih dan yang tidak kau pilih itu sama-sama masih misteri Tuhan? dan kamu ingin menentukan kepastianmu sendiri dan meragukan jalan Tuhan?  

sudahlah, toh jalan hidup mu adalah misteri Tuhan. biarlah keraguan tetap hinggap, asal kau gantungkan semua pada Tuhan. tak ada guna khawatirkan jalan yang sudah kau pilih. toh waktu pun tak akan berulang. percayalah bahwa setiap jalan akan menemukan sendiri kebaikannya. biarlah yang patah kembali tumbuh, yang hilang berganti, dan yang sia-sia menjadi makna. 

  • view 261