"Jangan salah paham terhadap paham yang salah"

Lu'luil Maknun
Karya Lu'luil Maknun Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 September 2017

Kisah seorang pemuda yang mengeja semesta, mendikte realitas. katanya ia bukanlah Thales yang bermain khayal dalam deburan ombak, ia bukanlah Rumi yang mabuk dalam secawan anggur abadi, ia juga bukanlah Rabiah yang buta karena cinta, apalagi Darwin yang ber-evolusi menjadi monyet hanya karena cinta gilanya kepada monyet-monyet.

Dia menyebut dirinya "Pelacur" 
penikmat setiap tarikan dan desahan cinta hingga tak mengenal siang dan malam. terasa sama, tapi Dia juga menegaskan kalau dia bukanlah "Kupu-kupu Malam" seperti apa yang kalian pikirkan dan para 'hidung belang' rasakan.

Katanya, dalam setiap tarikan, ia mengejanya.
dalam setiap desahan. ia mendiktenya. 
dalam setiap kenikmatan, ia menghayatinya. hingga ia menua seperti 'Puteri Shahrazad' dengan 'Kisah Safarnama'-nya yang bersanding mesra bersama 'Sir Richard Burton'.

katanya juga, dia mirip seperti 'Sidharta Gautama' yang menemukan "Tao" dalam perjalanan sucinya, dia mirip seperti 'Musa' yang berkhalwat di Bukit Thursina, ia seperti 'Maryam yang bercumbu mesra dalam mihrabnya. lebih tegas lagi, ia bilang kalau dirinya mirip 'Muhammad' yang berdua-an dengan diri-Nya di Ufuqil A'la.

"Wahai kalian, kami mirip tapi beda. kemiripan kami adalah kami menemukan Dia dalam Dia. dan bedanya kami hanya karena masa yang tak kekal, ruang yang ber-revolusi, jarum jam yang tak rusak dan berkarat.,dan akal kalian yang mulai kusut dan sesat."
kurang lebih seperti itu kalimat penutup "Sang Pelacur" dengan salam eksotisnya "Jangan salah paham terhadap paham yang salah"

  • view 46