Kamu bukan orang lemah, Jangan Marah!

Salfanil Farizy
Karya Salfanil Farizy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 05 Agustus 2016
Kamu bukan orang lemah, Jangan Marah!

Seorang laki-laki  arab itu datang menghampiri idolanya, seseorang yang menjadi panutan di negerinya yang kelak akan menjadi contoh bagi setiap manusia, Muhammad Rasul Allah.

Laki-laki itu datang dengan suatu pertanyaan yang dapat membawanya ke surga, tidak main-main pertanyaan yang dibawanya perihal surga. Dia bertanya "berilah aku wasiat". Kemudian karena kepekaan nabi Muhammad yang tinggi dan firasatnya yang kuat, beliau memberikan wasiat yang cocok untuk laki-laki itu, wasiat yang sangat agung dan jarang manusia dapat benar-benar melaksanakannya sampai mati, wasiat itu hanya tiga kata. Namun tiga kata itu benar-benar dapat membawa pelakunya menuju surga, mendamaikan isi dunia. Rentetan kata dalam wasiat itu adalah "Engkau jangan marah". Laki-laki itu terus bertananya lagi dan dijawab dengan wasiat yang sama hingga ini berulang sampai tiga kali. Hal tersebut adalah bukti penekanan bahwa wasiat ini sangat berat, hanya manusia pilihan yang benar-benar dapat mengembannya sampai mati.

. . . . . . . . . . .. . . .

Demi kententraman dunia ini beliau sampaikan wasiat tersebut agar melakukan sikap-sikap yang baik karna satu kalimat yang terlontar dari lisan yang marah didalamnya terdapat murka Allah terhadap dirinya, dan orang marah akan diterjunkan kedalam neraka selam 70 tahun. Angka tersebut hanya pada saat terjunnya saja, belum sampai di neraka. Jika tidak percaya mintalah mati secepatnya untuk membuktikan.

Bersikap baik, berlapang dada, dan bersabar. Tahan amarah. Ketika terbiasa dengan sikap-sikap kebaikan maka akan susah hasrat marah ini untuk menembus hatinya.

Jangan laksanakan hasil konsekuensi dari marah. Tahan. Jika konsekuensi dari marah ini dibiarkan yang akan timbul adalah perkelahian, perceraian, dan banyak hal buruk yang dapat merugikan dunia ini.

Berjihadlah, bersungguh-sungguh dalam melawan nafsu amarah. Karna orang yang selalu berwajah sangar dan sinis, sikapnya  yang selalu marah-marah pada hakikatnya orang tersebut lemah. Dia Kalah. Dia tidak sekuat orang lain untuk menahan rasa marahya sendiri.

Bayangkan jika wasiat yang hanya terdiri dari 3 kata itu dilaksanakan seluruh penduduk bumi.

 

 

Dilihat 202