Simo Häyhä, Sniper Terbaik Paling Mematikan di Dunia

Simo Häyhä, Sniper Terbaik Paling Mematikan di Dunia

Sal Alfarisi
Karya Sal Alfarisi Kategori Sejarah
dipublikasikan 07 Juni 2018
Simo Häyhä, Sniper Terbaik Paling Mematikan di Dunia

Simo Häyhä, juga dikenal sebagai "The White Death"  dianggap sebagai sniper paling terampil dan sukses yang pernah ada, dengan lebih dari 500 kematian atas namanya. Dia membantu membela Finlandia dari Soviet selama Perang Dunia II. Inilah kisahnya.

Anda mungkin sering melihat film sniper dengan tokoh legendaris Tom  Berenger sebagai Thomas Beckett. Tapi tahukah anda bahwa sniper terbaik di dunia disematkan pada seorang petani Finlandia bernama Simo Hayha. 

Perang Musim Dingin pecah ketika Häyhä berusia 33 tahun. Pada 21 Desember 1939, dia membunuh 25 tentara Rusia. Prestasi itu dilaporkan di surat kabar sebagai "Hadiah Natal dari Simo Häyhä ke Finlandia."

Pakaian khas Häyhä adalah tudung putih dan jaket panjang. Keterampilannya yang luar biasa membuatnya mendapatkan nama Belaja Smert, atau "White Death" di antara orang-orang Rusia,.

Dalam suhu −20 dan −40 derajat Celsius, Häyhä telah membunuh 505 tentara Soviet. Selain membunuh dengan laras panjang, Häyhä juga membunuh dua ratusan orang dengan senapan Suomi KP/-31, meningkatkan jumlah orang yang dibunuhnya menjadi 705.

Kisah Hayha jauh lebih memukau dibanding film tentang sniper hollywood. Yang menakjubkan, semua pembunuhan  itu dilakukan Häyhä dalam waktu kurang dari 100  hari.

Sniper-sniper yang dikirim untuk melenyapkan Häyhä selalu tewas tidak ada yang selamat. Hal ini membuat ciut nyali para tentara musuh dan mereka kerap mencoba untuk membunuhnya dengan menembakkan artileri dan mortir ke posisinya yang dikenal dengan istilah carpet bombing.

Tapi carpet bombing yang dilancarkan hanya untuk melenyapkan Häyhä juga tidak berhasil. Häyhä selalu saja dapat lolos.

Beberapa trik Häyhä yang terkenal salahsatunya adalah membekukan salju di sekitar posisinya, sehingga  salju-salju tidak akan terhempas saat menembak. Ia kadang-kadang mengambil jarak sejauh 300 meter.

Saat menembak, Häyhä juga menaruh salju di mulutnya, untuk meniadakan asap dari napasnya. Dan dia meletakkan sarung tangan di antara senapannya dan tanah untuk meredam sentakan senjata.

 

  • view 48