Memahami Pengertian Brand dan Branding

Sal Alfarisi
Karya Sal Alfarisi Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 19 September 2017
Memahami Pengertian Brand dan Branding


Pengertian Branding - Apa itu 'branding'

Brand adalah simbol, tanda, logo, nama, kata, kalimat, atau kombinasi yang membedakan dari barang-barang yang digunakan perusahaan untuk membedakan produk mereka dari produk lain. Perlindungan hukum yang diberikan pada nama brand disebut merek dagang.

Sementara Marketing adalah kegiatan, serangkaian institusi, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan pertukaran penawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra kerja, dan masyarakat luas.

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu branding yang dapat kita lihat perbedaannya dengan pengertian marketing.

BREAKING DOWN 'Brand'

Sebuah brand dipandang sebagai salah satu aset perusahaannya yang paling berharga.

Brand mewakili wajah perusahaan, logo, slogan, logo yang bisa dikenali, yang dikaitkan dengan perusahaan publik. Sebenarnya, perusahaan sering disebut dengan mereknya, dan merekalah yang menjadi satu dan sama.

Branding perusahaan membawa serta nilai moneter di pasar saham (jika perusahaan itu publik), yang mempengaruhi nilai pemegang saham saat naik dan turun. Untuk alasan ini, penting untuk menegakkan integritas brand.

Menciptakan Brand

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk memilih merek untuk menjadi citra publiknya, perusahaan harus terlebih dahulu menentukan identitas mereknya, atau bagaimana hal itu ingin dilihat.

Misalnya, logo perusahaan sering menyertakan pesan, slogan, atau produk yang ditawarkan perusahaan. Tujuannya adalah untuk membuat brand berkesan dan menarik bagi konsumen.

Perusahaan biasanya berkonsultasi dengan perusahaan desain atau tim desain untuk mengemukakan ide untuk aspek visual merek, seperti logo atau simbol.

Brand yang sukses secara akurat menggambarkan pesan atau perasaan bahwa perusahaan berusaha untuk menemukan dan menghasilkan kesadaran merek, atau pengakuan akan keberadaan merek dan apa yang ditawarkannya. Di sisi lain, merek yang tidak efektif seringkali diakibatkan oleh miskomunikasi.

Begitu sebuah brand telah menciptakan sentimen positif di antara target audiensnya, perusahaan tersebut dikatakan telah membangun ekuitas merek. Beberapa contoh perusahaan dengan ekuitas merek - yang memiliki merek produk yang sangat dikenali - adalah Microsoft Corp. (MSFT), Coca-Cola (KO), Ferrari (FCAU), Apple (AAPL), dan Facebook (FB).

Jika dilakukan dengan benar, sebuah brand menghasilkan peningkatan penjualan karena bukan hanya produk tertentu yang dijual, tapi juga produk lain yang dijual oleh perusahaan yang sama.

Brand yang baik menimbulkan kepercayaan pada konsumen, dan setelah memiliki pengalaman yang baik dengan satu produk, konsumen cenderung mencoba produk lain yang terkait dengan merek yang sama. Fenomena ini sering disebut sebagai brand loyalty.

SUMBER : www.matajurnal.com

  • view 63