Peran Indonesia di Jalur Sutra Baru China

Sal Alfarisi
Karya Sal Alfarisi Kategori Ekonomi
dipublikasikan 09 Juli 2017
Peran Indonesia di Jalur Sutra Baru China

Peran Indonesia di Jalur Sutra Baru China

Seperti yang kita saksikan, pemerintah Indonesia amat gencar membangun sarana dan infrastruktur.  Salah satunya adalah menekan cost logistik dengan program tol laut agar tercapai konektivitas antar daerah.

Nah, sebenearnya program tol laut yang dicanangkan pemerintah memiliki kesamaan tujuan dengan program ambisius jalur sutra maritim dalam proyek OBOR (One Belt One Road) dari China.

Lewat Project Obor ini, pemerintah China tampaknya akan mengajak agar pemerintah Indonesia terlibat aktif. Dan sesungguhnya tanpa diajakpun, pemerintah Indonesia sudah selayaknya mencari positioningnya dalam peta maritim dunia.

Ketika pertemuan sebelumnya antara pemerintah Indonesia dengan China pada tahun 2015, kedua negara telah membahas beberapa rencana kerja sama, termasuk pembangunan 13 unit Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang sebelumnya disepakati pada Oktober 2013.

Sebelumnya, sejumlah Kawasan Industri Terpadu yang dibahas yaitu berlokasi antara lain di Sei Mangkei (Sumatra Utara), Kuala Tanjung (Sumatra Utara), Batulicin (Kalimantan Selatan), Tanggamus (Lampung), Ketapang (Kalimantan Barat), dan Mandor (Kalimantan Barat).

Selanjutnya,  Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Konawe (Sulawesi Tenggara), Morowali (Sulawesi Tengah), Bantaeng (Sulawesi Selatan), Buli (Halmahera Timur, Maluku Utara), dan Teluk Bintuni (Papua Barat) juga termasuk diantara lokasi Kawasan Industri Terpadu.

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu di luar Pulau Jawa ini diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp 55,4 triliun.

Di sisi lain, investasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur di luar Kawasan Industri Terpadu seperti pelabuhan dan sarana penunjang sebesar Rp 1,1 triliun.

Dana tersebut diharapkan pemerintah mengalir dari investasi asing ke Indonesia, dimana Indonesia berkomitmen akan memberikan sejumlah kemudahan investasi.

Sebelumnya juga terdapat 3 hub ekonomi yang diajukan pada pertemuan BRF pada Mei lalu. Hub ekonomi tersebut antara lain di  Tanjung Kuala di Sumatera Utara, Bitung Sulawesi Utara, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Provinsi Kalimantan Utara.

Pemerintah Indonesia menawarkan pembangunan hub ekonomi melalui pembangunan bandar udara dan jalur rel kereta api yang akan menghubungkan Manado hingga ke Gorontalo.

Sementara itu pembangunan pelabuhan akan menghubungkan jalur maritim ke Darwin Australia hingga ke bagian utara negara kita menuju Tokyo, Jepang, dan Tiongkok.

Untuk koridor di Sumatera Utara, pemerintah RI menawarkan investasi di pembangunan jalan raya dan kereta api yang akan ditujukan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan perdagangan (Kuala Tanjung-Parapat-Sibolga).

Selain itu ada juga jalan yang terintegrasi ke Pekanbaru dan Duri Dumai.

Untuk wilayah Kalimantan Utara, Indonesia menawarkan kerja sama dalam hal energi. Kawasan Kalimantan Utara memiliki potensi pasokan listrik sebesar 7.200 Mega Watt dan ada keinginan pemerintah untuk membuat smelter serta industrial park.

Saat ini pemerintah China mematok harga listrik 10-12 sen per kwh, apabila pemerintah China melakukan kerja sama dengan pemerintah Indonesia, maka harganya bisa jauh lebih murah menjadi 4-5 sen per kwh. Hal ini tentu saja sekaligus dapat mengurangi polusi.

Pada kesempatan Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing Mei lalu, Presiden Joko Widodo memperoleh komitmen investasi hingga US$ 28 miliar dari pemerintahan China.

Pemerintah Indonesia kini menyiapkan tiga Provinsi untuk menyambut investasi teranyar dari China. Komitmen investasi tersebut didapat saat Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing, beberapa waktu lalu.

Tiga provinsi yang dipersiapkan tersebut adalah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dengan Sulawesi Utara.

Agar semua proyek pemerintah ini dapat terlaksana dengan baik, hendaknya semua pihak harus dapat bersinergi dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu untuk berkontribusi aktif dalam setiap proyek di atas khususnya untuk bidang logistik di Indonesia.

 

  • view 129