Sampai Bertemu Di Syurga

Yudi KurniawanPro
Karya Yudi KurniawanPro Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 September 2016
Sampai Bertemu Di Syurga

 

 

 13 Februari 2021

 

 

     Kembali untuk kesekian kalimya ku mengawali pagi dengan segelas kopi hangat mewarnai pagi dan sebingkai foto penuh kenangan tentang seorang  bidadari yang telah dipanggil pulang kepada Sang Pencipta.

“ Ayah rindu bunda ya ? “ seorang gadis kecil memecah lamunan ku kala ku memandang foto penuh kenangan ini.

“ Iya Naura ayah sangat merindukan bunda kamu “ dengan senyuman hangat dan sedikit mata berkaca yang melukiskan kesedihan yang belum hilang  ku menjawab  pertanyaan gadis kecil cantik ini.

“ Yaudah yu yah kita ketemu bunda naura juga kangen banget sama bunda , pengen kasih tau bunda kalau naura udah bisa solat sama ngaji yah hehe” dengan senangnya dia menjawab membuatku khayalku Kembali lagi melayang meningat dirinya.

 “ kamu apa kabar sayng di syurga sana? Lihat anak kita udah bisa ngaji dan aku yang yang ajarin lohh kamu bangga kan “ dengan mata terpejam ku kembali memutar memori indah saat kamu masih ada disini.

 

 

 

13 Februari 2015

 

 Namaku Yudi Sakti Kurniawan kalian Ini adalah hari yang sangat membahagikan dalam hidupku dan juga isriku Nurfitri karena hari ini aku akan menjadi seorang ayah walaupun dengan hati yang sangat gundah menunggu kelahiran buah hati yang telah ku tunggu – tunggu selama ini.

 

“ Gimana dok keadaan istri saya ? “

“ Istri dan anak bapak Alhamdulillah selamat , dan selamat pak anak bapak perempuan “

“ Trima kasih dok boleh saya melihat nya ?”

“ Boleh saja tapi .. “

“ kenapa dok ? ah saya ingin melihat anak saya “

 

     Seketika hatiku tersentak melihat keadaan istri dan juga anakku bukan tentang sisa beratnya perjuangan istriku ketika melahirkan anaku tapi ketika aku melihat kondisi anak perempuanku, BUNTUNG ya anakku terlahir tanpa sebelah kaki membuatku tak percaya akan hal ini kenapa Tuhan memberiku cobaan seperti ini apa yang akan dikatakan keluarga , tetangga , dan teman kerjaku kalau mereka aku mempunyai anak yang tidak mempunyai sebelah kaki pasti aku akan dicemooh dihina dengan kondisi anakku sekarang. Malu aku malu kenapa kau tak pernah lahir saja.

 

***

 

Hari  demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun telah terlewati tak terasa umur anakku Naura Fakhira Azzahra akan menginjak 5 tahun tepatnya seminggu lagi tapi aku tak pernah merayakannya dengan pesta atau hal lainnya . Aku jarang sekali bermain dengan Naura , aku lebih sering menghabiskan waktu dikantor mengerjkan tugas – tugas yang harus aku selesaikan bahkan tak jarang aku harus pulang larut malam. jujur aku belum menerima kehadirannya.

Hari ini aku pulang lebih awal karena tugas – tuigas dikantotor sudah selesai tapi ketika aku sampai dirumah pintu tidak dikunci maklum baru jam 7 malam dan aku masuk ke kamar tapi tak menemukan istriku dikamar apa dia di kamar Naura. Samar – samar terdengar sesuatu dari dalam kamar naura dan aku melihatnya dan ternyata Naura sedang belajar mengaji dan mungkin sudah selesai.

 

“ Yey Naura pinter udah bisa ngaji “

“ Makasih ya bunda udah mau ngajarin Naura tetap sama naura ya naura gak ounya siapa – siapa lagi ‘’

“ loh kan ada masih ada ayah”

“Aku mau nanya sama Bunda , ayah gak sayang ya sama Naura ?“

“ hus jangan bilang gitu sayang , ayah sayang kok sama naura lihat ayah sampai kerja pergi pagi pulang malem itu buat naura”

“ Tapi ayah gak pernah mau main sama naura apa karena naura gak punya kaki ya bun jadi ayah benci ya sama naura’’

‘’ Naura naura sini percaya sama bunda , bagaimana pun keadaan kamu kamu itu anak bunda akan terus bunda jaga sampai kapanpun “

      Astaga apa aku telah menjadi seorang Manusia yang jahat . oh Tuhan dia memang anugrah darimu tapi aku tak bisa menerima keadaannya seperti ini.

 

***

 

13 Februari 2020

   Hari ini adalah ulang tahun Naura ya mungkin hari ini aku harus memberikan kejutan untuknya tapi tiba – tiba ada nomer telpon masuk yang tidak aku kenal.

“ halo dengan  bapak yudi ?”

“ iya saya sendiri ini dengan siapa ya ?”

“ ini dari pihak rumah sakit medika bapak , istri bapak nyonya Nurfitri baru saja masuk rumah sakit “

“ innalillahi kenapa dengan istri saya sus?”

“ lebih baik bapak segera ke rumah sakit sekarang biar nanti dokter yang menjelaskan”.

Segera aku memacu mobil menuju runah sakit dan menjumpai dokter yang merawat istriku.

 

“ dokter kenpa dengan istri saya “ tak sabar ku menanyakan keadaan istriku

“ isteri bapak mengidap kanker otak stadium akhir dan mungkin tidak akan bertahan untuk waktu yang lama”

“ stadium akhir dok tapi istri saya selalu terlihat sehat “

“ sebenarnya saya dan istri sudah lama tau akan hal ini tapi istri baoak menyuruh  saya untuk merahasiakanya entah kenapa tapi dia bilang anngap saja itu permintaan terakhirnya’’

   Air mata ini tak bisa terbendung lagi seperti anak kecil yang kehilangan mainannya aku menangis dengan air mata yang mengalir sangat deras dan berlari ke kamar rawat dimana istriku di rawat.

 

“ sayang?” sambil mencium tanganya yang begitu dingin aku menggenggamnya dengan  erat.

“ kamu jangan  tinggalin aku dan naura “ dengan air mata yang terus mengalir aku memohon.

“ tolong jaga naura buat aku ya , dia butuh banget sosok seorang ayah , jangan lupa ajarin dia sholat sama ngaji terus jangan lupa sekolahnya dia anak yang pinter dan jago loh ngegambarnya. Dan bilangin kalau bunda ngasih hadiah. Eh itu apa sayang ? boneka buat naura ya ?”

“ Iya ini buat naura “

“ jangan lupa ya jagain naura buat aku kamu harus janji sayangin dan cintai dia “

“ aku Janji sayang”

“ makasih ya aku saynag sama kamu “ Dengan tersenyum dia pergi dengan tenang , maafkan aku yang sudah gagal menjadi suami dan ayah yang baik. NURFITRI AKU MENYAYANGIMU.

 

***

 

 “ Bunda liat deh aku pake kaki palsu loh ayah yang beliin , oh iya bunda pasti lagi di syurga ya kata bunda dulu orang baik itu masuk syurga nanti naura sama ayah pasti nyusul bunda ke syurga tungguin ya ‘’

“ Naura sini ayah juga mau ngobrol sama bunda “ sambil mendududkan naura dipangkuanku.

“ Fit kamu yang tenang ya disana di syurga sana, maafin aku yang selama ini nelantarin kalian berdua. Di depan pusara ini aku aku berdoa kepada Tuhan Untuk menjadikan kita keluarga yang SEHIDUP SESYURGA”.

 

TAMAT

 

  • view 174