Balita Kita

Saidiman Ahmad
Karya Saidiman Ahmad Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Januari 2016
Balita Kita

Beberapa orang datang ke Child Care. Mereka mengaku utusan pemerintahan Tony Abbott. Tujuan mereka jelas: membawa pesan dari Perdana Menteri yang baru dilantik mengenai kebijakan baru tentang Child Care. Suatu kebijakan yang mencerminkan semangat partai penguasa: Partai Liberal.

Beberapa saat setelah para utusan pergi, Child Care berbenah. Semua mainan dari dalam lemari dikeluarkan dan ditaruh di atas meja panjang di ruang tengah. Beberapa lainnya ditempatkan di kotak-kotak besar yang dibiarkan terbuka. Sementara itu, di halaman belakang, semua permainan luar ruangan juga dikeluarkan dari gudang. Sepeda, jembatan plastik, ayunan, dan seterusnya siap pakai.

Kebijakan baru itu secara umum adalah membiarkan anak-anak di Child Care memilih mainannya sendiri. Pada masa pemerintahan Partai Buruh, anak-anak mungil dan lucu itu diatur sedemikian rupa. Ada jadwal permainan tiap hari, bahkan per jam. Semua anak harus mengikuti jadwal dari pengurus Child Care. Kini, kekuasaan ada di tangah para balita itu.

Mereka sendiri yang memilih mainannya. Sementara para pengasuh harus mengikuti pilihan anak-anak itu. Jika, misalnya, seorang anak memilih untuk bermain menggambar di pagi hari, maka pengasuh datang untuk mendampingi permainan menggambar. Jika ada anak yang memilih bermain sepeda, maka sang pengasuh datang mendampingi permainan sepeda. Kini, tidak bisa lagi pengasuh mengarahkan anak yang ingin bermain sepeda untuk belajar menggambar. Itulah sebabnya, pertanyaan pertama di pagi hari pada anak-anak yang baru datang adalah ?kamu mau main apa?? Kebebasan diberikan sejak dini.

Bentuk kebebasan yang lain adalah dalam hal memilih makanan. Pada morning tea, di sebuah meja panjang, mangkuk dan gelas ditata untuk para balita. Mereka diminta untuk datang. Di masa pemerintahan Gillard dan Rudd, duduk di meja makan pada waktu makan adalah wajib. Namun kini anak-anak itu bahkan bisa menolak untuk ikut morning tea. Selain itu, jika di masa Rudd dan Gillard, semua mangkuk diisi dengan tiga atau empat jenis buah yang seragam pada semua anak, maka kini mangkuk-mangkuk itu kosong. Anak-anak dibiarkan sendiri memilih buah yang hendak dimakan. Di ujung meja terdapat wadah besar berisi buah-buahan. Anak-anak datang mengambil buah yang mereka suka dan inginkan.

Rezim koalisi Partai Liberal dan Nasional menginginkan anak-anak sejak dini diperlakukan layaknya manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih. Anda boleh setuju atau tidak dengan kebijakan rezim Abbott ini. Namun satu hal yang pasti, Child Care, Day Care, pendidikan anak usia dini, penitipan anak, taman kanak-kanak, atau dengan apapun anda menyebutnya, tidak luput dari perhatian negara.

***

?

Sementara itu terdengar kabar tentang beberapa anak TK di Jakarta menerima kekerasan seksual di toilet sekolah. Ini masalah besar. Pertama, kekerasan seksual di toilet hanya mungkin terjadi jika toilet itu terpisah jauh dari arena bermain anak. Dan yang lebih penting, toilet tempat kekerasan itu mestilah toilet tertutup seperti umumnya toilet orang dewasa. Toilet pada balita mestinya adalah toilet setengah terbuka di mana dindingnya tidak tertutup penuh. Mestinya tidak ada pintu. Toilet bahkan adalah bagian dari arena bermain.

Kedua, membiarkan seorang petugas kebersihan menemani seorang balita di TK ke toilet adalah pelanggaran dan keteledoran luar biasa. Aktivitas di toilet adalah bagian dari aktivitas belajar anak. Petugas kebersihan mungkin ahli di bidang membersihkan toilet, tapi mereka bukan tenaga pendidik di TK. Jika aktivitas di toilet diserahkan kepada petugas kebersihan, jangan-jangan kegiatan mendongeng, bernyanyi, menggambar, melukis, dan bercerita juga diserahkan pada petugas kebersihan itu. Sementara para tenaga pendidik berkumpul di ruang televisi menyaksikan tayangan sinetron atau berita gosip. Mereka hanya datang menemani anak menjelang waktu jemput tiba. Biadab bukan?

Kita berharap semoga rezim baru hasil Pemilu 2014 memiliki kepedulian yang serius pada lembaga-lembaga pendidikan anak usia balita.?Karena masa depan negara ada pada para balita.

  • view 216

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Sayang sekali baru membaca tulisan ini sekarang...

    • Lihat 6 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Jadi penasaran nih om.. hasil dari didikan child care versi Tony Abbott (memberi kebebasan anak memilih..) dengan hasil didikan versi Rudd dan Gillard (berdasarkan pilihan pengasuh/kurikulum) .. setelah anak usia dewasa.. mana yg lebih bagus ?