Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 18 Januari 2018   11:00 WIB
Artikel Sahudin:` Peran Guru Agar Tercapainya Tujuan Pembelajaran

PERAN GURU AGAR TERCAPAINYA TUJUAN PEMBELAJARAN

 

Sahudin

142 211 1086

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kupang

Abstrak

Guru adalah  yang mampu melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dibuatnya. Tujuan pembelajaran adalah proses komunikasi antara siswa dengan lingkungan belajar. Termasuk kedalam lingkungan belajar antara lain yaitu hubungan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa lain, hubungan antara sisiwa dengan kurikulum, media, sumber belajar, dan lain sebagainya. Oleh karena itu karakteristik guru yang mampu mendaya gunakan lingkungan belajar agara saling beriteraksi, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan untuk mewujudkan perubahan perilakau pada siswa.

Kata kunci: peran guru, tujuan pembelajaran

 Pendahuluan

            Guru merupakan salah satu bagian dari tenaga pendidik, sementara selain guru yang berfungsi sebgai tenaga pendidik masih banyak. Tentu saja setiap tenaga pendidik selain guru juga memiliki kewajiban yang sama untuk selalu meningkatkan kemampuan profesionalismenya. Hal ini penting karena kualitas pendidikan banyak dipengaruhi oleh sejauh mana mutu tenaga pendidiknya itu sendiri

            Guru merupakan komponen pendidikan yang sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Kedudukan guru merupakan posisi yang penting dalam dunia pendidikan khususnya di lembaga pendidikan formal. Kualitas proses dan hasil belajar peserta didik banyak di pengaruhi oleh kualitas guru mengajar. Oleh karena itu salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran pada umumnya harus diawali dengan meningkatkan mutu guru sebagai sebagai tenaga pendidikan.

            Yang bertindak sebagai tenaga pendidik buka hanya guru, akan tetapi masih banyak sebutan lain, misalnya konselor, pamong belajar, dan lain sebagainya. Dalam Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisitem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa yang disebut dengan pendidikan adalah “ tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan ( Bab 1 pasal 1 ayat 2).

            Pembelajaran merupakan kegiatan mengajar dan kegiatan belajar. Mengajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam mengelolah lingkungan pembelajaran agar dapat berinteraksi dengan peserta didik agar tercapainya tujuan pembelajaran. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan lingungan agar tercapainya tujuan pembelajaran.

Bagian inti

  1. Peran Guru

            Guru menurut UU No. 14 tahun 2005 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

            Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988, Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997). Adapun peran- peran tersebut adalah sebagi berikut:

a. Guru Sebagai Pendidik

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

b. Guru Sebagai Pengajar

Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti motivator, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor- faktor tersebut dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik.Guru dalam hal ini beusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahakan masalah.

c. Guru Sebagai Pembimbing

Guru sebagai pembimbing memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal yaitu:

  • Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kopetensi yang hendak dicapai
  • Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
  • Guru harus memaknai kegiatan belajar
  • Dan guru harus melaksanakan penilaian 

d. guru sebagai Pelatih 

Proses pendidikan dan pembelajaran memrlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.

e. Guru Sebagai Penasehat

Guru adalah sebagai penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun guru tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya.

f. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)

Guru sebagai pembaharu ialah dapat menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga kedalam istilah atau bahasa modern yang akan diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatan  anatar generasi tua generasi muda,  yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.

g. Guru Sebagai Model Dan Teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang menganggap dia sebagai guru. Guru yang baik adalah guru yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalah harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulangiya.

h. Guru Sebagai Pribadi

Guru harus memiliki kepribadian yang dapat mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa. “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan- pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani.

i. Guru Sebagai Peneliti

Guru adalah seorang pencari atau peneliti yang menyadari akan kekurangannya guru berusaha mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas.

j. Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas

Kreativitas merupakan hal yang sngat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukan proses kreatifitas tersebut. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebi baik yang telah dikerjakan sebelumnya.

k. Guru Sebagai Pembakit Pandangan

Dalam hal ini guru, dituntut untuk memberikan dan memelihara panadangan kepad peserta didiknya. Mengembangkan fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik dengan usia yang berbeda- beda, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolahnya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini.

l. Guru Sebagai Pekerja Rutin

Guru bekerja dengan keterampilan dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali meberatkan.Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua perananya.

m. Guru Sebagai Pemindah kemah

Dalam hal ini guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk mendapatkan cara- cara baru yang lebih sesuai. Guru harus memahami hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi peserta didik.

n. Guru Sebagai Pembawa Cerita

Dalam hal ini guru tidak prlu takut untuk menyampaikan cerita- cerita tentang kehidupan, karena ia tahu sepenuhnya bahwa cerita itu sangat bermanfaat bagi manusia.cerita adalah cerminan yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memcahkan masalah yang sama dengan yang dihadapinya, maka dari itu guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang.

o.  Guru Sebagai Aktor

Sebagai seorang aktor, guru melakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang ditransferkan, melainkan juga tentang kepribadian manusia sehingga mampu memahami respon- respon pendengaranya, dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol.

p. Guru Sebagai Emansipator

Dengan kecerdikan seorang guru mampu memahami potensi yang dimiliki peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayan. Guru mengetahu bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolah dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran Emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.

q. Guru Sebagai Evaluator

Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak  latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipili, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Penilaian harus adil dan objektif.

r. Guru Sebagai Pengawet

Sala satu tugas guru adalag mewariskan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya, karena hasil karya manusia terdahulu masi banyak yang bermakna bagi kehidupan manusia sekarang maupun yang dimasa depan.

s. Guru Sebagai Kulminasi

Guru adalah orang yang mngarahkan proses belajar dari awal hingga akhir (kulminasi). Tahap kulminasi ialah suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik dapat mengetahui kemajuan belajarnya. Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebiasaan dan pengetahuan pada murid nya dengan cara yang sesuai perkembangan dan potensi anak didik.

         Tugas seorang guru bukan seperti tukang meja yang begitu mudahnya membuat meja. Guru juga bukan hanya sebagai pengajar saja, akan tetapi guru merupakan cerminan yang baik bagi lingkungan pendidikan maupun lingkungan masyarakat, agar apa yang dilakukan guru dalam hal kebaikan dapat ditiru oleh peserta didik dan dapat dinilai oleh masyarakat.

         Peran guru diatas begitu banyak, bukan berarti guru harus mundur dari peran tersebut akan tetapi bagaiman seorang guru menjadikan peran tersebut sebagai motifasi agar tercapainya guru yang profesional dalam proses pengajaran. Kita tahu bahawa tugas guru bukan hanya sebagai pengajar akan tetapi guru juga sebagai pendidik yang dapat menciptakan peserta didik kedepannya yang lebih baik.

  1. Tujuan Pembelajaran

              Tujuan pembelajaran adalah proses komunikasi antara siswa dengan lingkungan belajar. Termasuk kedalam lingkungan belajar antara lain yaitu hubungan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa lain, hubungan antara sisiwa dengan kurikulum, media, sumber belajar, dan lain sebagainya. Oleh karena itu karakteristik guru yang mampu mendaya gunakan lingkungan belajar agar saling beriteraksi, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan untuk mewujudkan perubahan perilakau pada siswa.

  Dari pengertian diatas dapat saya uraikan yaitu:

  • Tujuan pembelajaran ialah membangun komunikasi antara peserta didik dengan lingkungan, teman, dan guru agar setiap kesulitan yang dialami peserta didik dalam belajar dapat dikomunikasikan dengan guru maupun teman lainnya.
  • Tujuan pembelajaran ialah siswa mampu memahami kurikulum dan dapat berhubungan dengan media, sumber belajar, dan lain sebagainya. Dengan tujuan dapat mempermuda peserta didik untuk melakukan proseses belajar.
  • Tujuan pembelajaran ialah guru harus mampu mendaya gunakan lingkungan belajar agar saling beriteraksi agar terciptanya semangat belajar peserta didik. Guru juga harus mampu memahami karakter peserta didikdan dapat menciptakan karakter yang lebih baik agar terciptanya tujuan pembelajaran.

Penutup

Simpulan/ saran

     Mengajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam mengelolah lingkungan pembelajaran agar dapat berinteraksi dengan peserta didik agar tercapainya tujuan pembelajara.Guru adalah orang  yang mampu melaksanakan perannya dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir dengan merealisasikan kemampuan berpikirnya bagi peserta didik.

Daftar Rujukan

 Undang- undang Repoblik Indonesia NO. 20. Thn 2003. Sistem Pendidikan Nasional

https:/ anomsblg. Wordpress.Com. 17 januari 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karya : Sahudin