Bukankah bagian terindahnya adalah meletakkan? :)

Sahara Ramadhani
Karya Sahara Ramadhani Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 17 Maret 2016
Bukankah bagian terindahnya adalah meletakkan? :)

Teruntuk sahabatku, di belahan bumi manapun kau berada.

Sayangku, apa kabar? Aku selalu mendoakan agar Allah senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan di setiap nafas yang terhembuskan. Lama sekali kau tidak menghubungiku. Terakhir kali persis kuingat bahwa kau masih bercerita mengenai hatimu yang baru saja patah. Saat hubunganmu dengan orang yang kutau persis sangat kau cintai pada akhirnya kandas. Tentang malam-malam yang menyesakkan oleh sakit dan penyesalan. Tentang rasa kehilangan yang amat mengiris-iris. Tentang siksaan harapan bahwa ia akan menghubungimu kembali, memberikan persetujuan kepadamu akan perjuangan bersama untuk menata ulang semua yang terlanjur patah.

Masih teringat jelas raut putus asamu saat itu. Saat kau mengatakan lelah untuk mengupayakan semua. Lelah meminta penjelasan dan memberikan ajakan untuk membicarakan permasalahan antara kalian yang kau yakin akan menemukan titik temu perbaikan. Lelah menunggu ia membuka percakapan, hanya untuk sekedar menyapa dan berharap hatinya akan kembali terketuk lagi oleh kehadiranmu. Lelah untuk mengemis memohon kepadanya agar dia mau memaafkanmu dan kembali menjelma menjadi matahari yang menghangatkan dan mencerahkan hari-harimu.

Aku tahu persis kau adalah orang paling keraskepala yang pernah aku kenal. Orang yang tidak mudah menyerah begitu saja oleh keadaan dan bersedia melakukan apapun untuk memperjuangkan apa yang kau inginkan. Kau tidak akan percaya bahwa jatuh itu sakit sebelum kau mengalami kejadian itu sendiri. Tetapi, sungguh aku tak habis fikir untuk kejadian patah hatimu ini. Saat kata ?lelah? yang kau rapalkanpun tak kunjung membuatmu berhenti berharap dan berupaya, tak jua membuatmu merubah haluan kehidupanmu, tak jua menghentikanmu untuk menyakiti dirimu sendiri.

Berkali-kali aku memohon kepadamu agar kau berhenti! Berhenti menghubunginya. Berhenti untuk terus meminta penjelasan. Ah, terkadang perempuan seringkali memerlukan penjelasan lebih yang justru akan menyakitinya. Sayang, Pria yang sungguh-sungguh mencintaimu tidak akan membiarkanmu seterluka ini. Ia akan menghargai seluruh upayamu, memperjuangkan hubungan kalian kembali. Bersedia untuk membicarakan setiap keretakan dan mencari solusi perbaikan, bukan dengan mengabaikanmu dan menguapkan begitu saja. Atau setidaknya ia akan memberikan penjelasan kepadamu.

Mari berbicara mengenai prioritas yang sering kau banggakan dulu. Apakah kau masih bersikeras pada keyakinanmu bahwa ia masih mencintaimu? Masih mengharapkan semua kembali sama sepertimu? Atau diamnya ia berarti kebalikan dari semua keyakinanmu itu? Ah, maafkan prasangkaku. Sama sekali aku tidak ingin menggoyahkan semangatmu. Aku hanya ingin kau berfikir realistis, Sayang. Jika kau ada dalam prioritasnya, ia tidak akan pernah menyianyiakanmu seperti ini. Jadi kumohon, jangan terus menyalahkan dirimu sendiri.

Masih ingat satu hal yang pernah aku katakan padamu? Bukankah bagian terindah dari setiap yang memberatkan adalah melepaskan, mengikhlaskan, merelakan, dan mengembalikan semuanya kepada Yang Maha Kuasa? Bukankah seringkali kita hanya perlu menjadi orang baik dan terus melakukan upaya perbaikan untuk mendapatkan orang yang tepat? Ah, aku yakin kau lebih dari cerdas untuk mencerna kata-kataku ini. Percayalah, jodoh sudah sangat indah diatur olehNya. Sekarang kau sudah sangat mengupayakan, saatnya meletakkan, Sayang. Kembalikan kepada Yang Maha Cinta.

Sayang, pejuang itu bukan yang terus berupaya diluar batas kemampuannya. Pejuang adalah orang yang tahu persis kapan ia harus melanjutkan perjuangan dan kapan ia harus berhenti. Bukankah masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk terus kau prioritaskan dan upayakan? Orang-orang terkasihmu yang tak pernah berhenti menyayangimu? Kelulusanmu? Pekerjaanmu? Kebermanfaatanmu? Jadi jangan habiskan hidupku untuk hal ini. Aku percaya kau akan mendapatkan yang terbaik. Kau sangat layak untuk itu.

Semoga kau selalu baik-baik saja dalam kehidupanmu. Kirim pesan segera padaku jika kau sempat membaca surat ini. Aku masih tetap disini. Berjanji menjadi sahabat terbaik dan terus berupaya menjadi lebih baik.

Dari sahabat yang selalu menyayangimu.

  • view 216