Tentang Lelaki Pendiam dan Ponsel Kesayangannya

Sahara Ramadhani
Karya Sahara Ramadhani Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 26 Maret 2016
Tentang Lelaki Pendiam dan Ponsel Kesayangannya

Aku menemukanmu pertama kali saat kita duduk berhadapan di ujung meja makan panjang, di rumah makan sederhana, saat pertemuan besar tanpa sengaja sesampainya aku di negeri tempatmu tinggal siang itu. Kau masih ingat, betapa aku menjelma menjadi interviewer dihadapanmu, menanyakan banyak hal yang aku ingintahukan dan hanya kau jawab sekedarnya saja. Hal yang paling menyebalkan saat itu bukanlah tentang jawaban pendekmu itu tapi tentang tatapan mata dan jemarimu yang selalu mengarah pada 'gadget' kesayanganmu itu.

Entah apa yang kau lakukan dengan ponselmu. Sepertinya kau tidak sedang bertukar pesan dengan seseorang. Kau hanya mengarahkan satu jari telunjuk kananmu pada layar ponselmu, sementara tangan kirimu memegang erat benda yang sepertinya tidak bisa lepas dari detik menit kehidupanmu. Aku menebak kau hanya sedang berselancar mencari sebuah informasi atau sedang mengamati suatu hal yang tiba-tiba membuatmu tertarik pada layar ponselmu.

Menyebalkan. Itu kesan pertama yang kutangkap mengenai sosokmu. Bagaimana bisa aku menemukan sosok yang tidak komunikatif dalam dunia nyata dan tidak menghargai partner bicaranya bahkan hanya untuk sekedar memandang sekilas saat berbicara. Tapi entah kenapa ada magnet ketertarikan yang aku sendiri tak tahu bagaimana harus menyebutkannya saat aku menatap sekilas dua sorot mata cerdas yang tersembunyi dibalik kacamatanya.

Beberapa hal memaksa kita untuk melakukan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Dan yang mengejutkanku adalah jawaban-jawaban dan tanggapan luar biasa yang sering kau lontarkan saat ada hal penting yang perlu ditanggapi. Terkesan cerdas, tidak menggurui, dan aku menyukainya. Meskipun hanya dengan kata-kata pendek nan sederhana dan kau ucapkan seperlunya untuk kemudian kau kembali beralih pada layar ponsel yang sepertinya sangat kau cintai itu.

Pertemuan lainpun membuatku mengubah kesan kesebalan yang aku lekatkan kepadamu. Tentang bagaimana kau selalu bertindak cepat untuk setiap hal yang memang menjadi kebutuhan. Tentang kau yang selalu berada di garda terdepan saat keadaan pelik memaksa munculnya sebuah tindakan. Tentang tindakan-tindakan kebaikan yang selalu berusaha kau sembunyikan dari penglihatan banyak orang. Tentang kedermaan dan keikhlasan yang tiada batas. Dan tentang dedikasi luar biasa yang kau curahkan pada pekerjaanmu.

Halo! Lelaki pendiam beserta ponsel kesayangannya. Apa kabar? Apa kabar pula dengan ponsel yang sangat kau cintai itu? Kau tahu, aku merindumu hanya sekedar untuk menertawakan respon lambat yang sering kau lontarkan saat kau sibuk dengan ponsel kesayanganmu itu. Menertawakan ekspresi serius nan apa adanya yang sering tertangkap oleh mataku yang aku yakin kau tak pernah menyadarinya. Semoga kau selalu baik-baik saja. Tetaplah menjadi baik dan mengagumkan seperti kesan terakhir yang aku lekatkan padamu :)

  • view 305