Pakaian Kena Keringat Masih Bisa Buat Beribadah

safitri melati
Karya safitri melati Kategori Motivasi
dipublikasikan 23 September 2016
Pakaian Kena Keringat Masih Bisa Buat Beribadah

Sering dalam kehidupan sehari-hari kita menunda melaksanakan ibadah yang seharus nya kita lakukan sebagai umat muslim dikarenakan ketidak bersihan tubuh disebabkan rutinitas yang kita jalankan, seperti hal nya olahraga yang membuat tubuh berkeringat atau baju yang terkena tanah atau makanan yang menjadikan baju kotor, sehingga panggilan azan berkumandang terabaikan dan ibadah sholat pun tertunda.

Padahal shalat tepat waktu memiliki keutamaan yang sangat besar dan merupakan amalan yang paling afdal, seperti dalam hadis :
Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari)
Dari hadist tersebut kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya shalat tepat waktu, dan tentu saja hal tersebut sangat disukai Allah SWT.

Adapun keutamaan shalat tepat waktu adalah :
Di antaranya : ..
1. Dicintai Allah SWT ..
2. Badan selalu sehat ..
3. Dijaga oleh malaikat ..
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya ..
5. Wajahnya akan menunjukkan tanda-tanda orang yang shaleh..
6. Akan berhati lembut ..
7. Melalui jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat ..
8. Diselamatkan dari siksa api neraka ..
9. Ditempatkan ke dalam golongan orang-orang tidak takut dan bersedih ..

http://nasehathambaallah.blogspot.co.id/2014/01/manfaat-luar-biasa-sholat-tepat-waktu.html

Oleh karena hal tersebut, jadikanlah waktu prioritas utama dalam hal ibadah, yuk cari tahu benar tidak keringat atau pakaian yang tidak bersih menjadi hal untuk menunda sholat berjamaah atau tidak tepat waktu dalam melaksanakan sholat.

-Pakaian Kena Keringat Masih Bisa Buat Beribadah-

Bersuci dalam bahasa Arab disebut dengan toharoh yang berarti bersih dari najis. Dalam pengertian fiqh, kotor dan najis bisa jadi berbeda, sesuatu benda yang kotor belum tentu bernajis.

Sebagai contoh, pakaian yang terkena keringat kita sebut kotor, tetapi dalam konteks ilmu fiqh tidak disebut najis dan pakaian tersebut masih bisa digunakan untuk shalat.

Sebaliknya pakaian yag terkena percikan air seni, walaupun tidak terlihat dan tidak tercium baunya disebut najis dan harus dibersihkan dulu sebelum digunakan untuk shalat.

Contoh kasus: seseorang menunda shalat berjamaah karena ingin mengganti pakaian yang berkeringat dengan pakaian yang bersih. Dalam hal ini ia telah menunda suatu pekerjaan yang utama (berjama'ah) dengan dengan suatu hal yang tidak perlu. Secara syari'at ia masih dapat menggunakan pakaiannya yang terkena keringat untuk shalat.

Salah satu diantara keistimewaan dalam Islam adalah perhatiannya terhadap kebersihan dan kesucian seseorang, terlebih di dalam beribadah kepada Allah SWT.

Kebersihan dan kesucian jasmani berkaitan dengan perihal yang bersifat lahiriyah meliputi badan, pakaian, tempat dan alat - alat yang digunakan untuk makan - makanan, minuman semuanya harus terhindar dari kotoran dan najis.

Sedangkan kebersihan dan kesucian rohani adalah berkaitan dengan perihal yang bersifat.bathiniyyah yaitu segala apa yang ada hubungannya dengan melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, harus dapat pastikan : bahwa dirinya dalam keadaan yang suci dari najis dan hadats.

Dasar hukumnya didalam Al-Qur'an nwupun Al-Hadits banyak petunjuk - petunjuk yang berkaitan dengan kebersihan dan kesucian antara lain

Artinya : Dan pakaianmu bersihkanlah (QS. Al-Mudatsir : 4 )

Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai orang - orang yang taubat dan menyukai orang - orang yang mensucikan diri ( QS. Al Baqoroh : 222) Sabda Nabi riwayat At Thobaroni dan Siti Aisyah R.A.

Artinya : Islam itu agama bersih, maka jagalah kebersihan (kesucian) karena sesungguhnya tidaklah akan masuk surga kecuali orang yang bersih

Artinya : Kebersihan itu adalah sebagian dari iman (HR, Muslim)

Sementara itu, hadats secara etimologi (bahasa), artinya tidak suci atau keadaan badan tidak suci - jadi tidak boleh shalat. Adapun menurut terminologi (istilah) Islam, hadats adalah keadaan badan yang tidak suci atau kotor dan dapat dihilangkan dengan cara berwudhu, mandi wajib, dan tayamum.

Dengan demikian, dalam kondisi seperti ini dilarang (tidak sah) untuk mengerjakan ibadah yang menuntut keadaan badan bersih dari hadats dan najis, seperti shalat, thawaf, 'itikaf.

Sementara, kotoran berasal dari kata kotor, artinya tidak bersih, seperti pakaian yang kena keringat. Adapun najis adalah sesuatu yang keluar dari dalam tubuh manusia atau hewan seperti air kencing, kotoran manusia atau kotoran hewan.

Dengan demikian, kesimpulan sementara adalah kotor belum tentu najis, sedangkan barang yang terkena najis pasti kotor.

Dengan demikian, jelaslah bahwa pakaian yang kotor karena terkena keringat dapat dipakai untuk shalat dan sah shalatnya. Akan tetapi, baju yang bersih walaupun belum dipakai namun telah terkena najis, lalu dipakai shalat, maka shalatnya tidak sah.

 H Mawardi AS - Ketua MUI Lampung (eka), Post – Tribun Lampung

  • view 872