Kiriman Dari Malaikat

safitri melati
Karya safitri melati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 September 2016
Kiriman Dari Malaikat

Peluncuran buku sehidup sesurga di mulai, melihat judul dari bukunya saja sudah membuatku penasaran, rasanya membuatku melayang, apalagi Judul nya terlihat begitu romantis, seromantis apalagi coba ?? surga itu indah pasti isi bukunya tentang hal indah “dalam pikiranku”, seseorang yang akan membawaku kesurganya, diam-diam aku tersenyum membayangkan imajinasi ku semoga tidak ada yang melihatnya, tau kan gimana melihat seseorang yang tersenyum sendiri (“diam-diam aku tersenyum kecil”)

Aku bukanlah seseorang yang suka membaca, belum lama ini aku mulai tertarik dengan bacaan  yang menurutku menginsiparasi dan memotivasi,  tetapi entah kapan  hal itu bermula itu tidaklah penting yang terpenting sekarang aku menyukainya.

Ini untuk kedua kalinya aku memesan buku, terlalu sedikit bukan? Sudah kukatakan aku bukanlah sipembaca yang menarik, paling hanya membaca sekedarnya di mbah google yang serba bisa he..he..he.., semua hal menjadi mudah, asalkan ada mbah google yang super jenius.

Untuk pemesanan pertama hanya bisa dilakukan di beberapa toko online, aku lebih suka dengan pemesanan via line atau bbm dengan saling berinteraksi penjual dan pembeli lalu mengirimkan bukti pembayaran, tapi tidak demikian aku harus memesan melalui toko online.

Toko online pertama terlewati dengan percobaan mengisi biodata (“hemm toko ini tidak menyediakan pouch, ah aku terlambat”)

Pouch yang dihadiahkan untuk 500 pemesanan pertama sudah tidak tersedia, untuk pemula sepertiku hadiah nya begitu menggiurkan, sejenak aku berfikir aku lebih suka hadiah nya atau bukunya? (“namanya juga usaha, jika bisa mendapatkan buku dan hadiahnya pasti akan lebih menyenangkan, hehe cengir”)

Toko online kedua, lagi-lagi disana juga sudah tidak ada pouch dan selanjutnya beralih ke toko online yang ketiga namun untuk transaksi pembayarannya tidak menggunakan Bank yang kumiliki dan terakhir toko online ke empat aku mulai mencoba mengisi syarat dan ketentuan pemesanan buku dan melakukan sampai akhir yaitu tahap pembayaran, namun saat itu pembayaran belum dilakukan, hanya mencoba bagaimana hasilnya, tahap pembayaran terlusuri dengan sendirinya, tentunya karena aku menekan tombol oke untuk pembayarannya (“hehehe tes-tes dicoba”) harap jangan mengikuti tanyakan pada yang lebih bisa, bertanya tidak akan membuatmu sesat.

 Di karenakan jaringan nya terlalu lambat aku tidak memperdulikannya lagi dan sibuk mengerjakan yang lainnya, karena ada tugas lain yang harus kukerjakan, (“ah esok saja melakukan pembayaran “fikirku”, biasa nya waktu untuk melakukan pembayaran satu hari, masih ada waktu besok).

 Esok harinya, dikarenakan kondisi keuangan yang mulai menipis, ku urungkan niatku untuk membelinya (“lebih baik digunakan untuk yang lain saja”) aku pun membatalkan untuk mentransfernya, waktu nya telah abis untuk transaksi pembayaran, tentu buku tersebut telah dibatalkan.

 Setelah satu bulan kemudian, salah satu karyawan JNE mengirimkan paket ke rumah, paket tersebut diterima oleh Ibu, Ibu menelfon memberi kabar.

Ibu    :  “Assalammualaikum..”

Aku  :    “Waa’laikum salam Ibu..

Ibu    :  “Kakak, ada yang ngirim paket untuk kakak”

Aku  :  “Iya Ibu, tapi kakak tidak memesan barang apapun, benar paket nya untuk kakak?

Ibu    :  “Iya ini atas nama kakak”

Aku  :  “Iya Ibu, mungkin salah kirim, paket nya di simpan saja, nanti sesampai kakak dirumah kita lihat siapa yang mengirimnya”.

Ibu    :  “Iya nak, (Ibu langsung menyetujuinya)

Aku  :  “Assalammua’alaikum..

Ibu    : “Waalaikum salam..

Ibu selalu mengajarkan untuk jujur dan perkataan ku untuk tidak membuka paket, Ibu lah yang dulu mengajariku, jangan mengambil barang yang bukan milik mu, Ibu mengajarkan untuk tidak mengambil hak orang lain, ini adalah hal yang bisa dicontohkan dari keluargaku, satu hal lagi adalah tidak lupa mengucapkan salam meski hanya berbicara sebentar.

Sehidup sesurga adalah saling mengingatkan satu sama lain untuk menuju surga nya akhirat dan seperti Ibu yang ingin anak-anak nya jujur dalam bersikap untuk menuju surganya.

Sesampai dirumah aku mulai mengecek pengirimnya dari Toko buku online ke empat, nama yang dituju benar untuk ku, namanya lengkap sesuai namaku, alamatnya juga benar, nomor kontak juga sesuai, tidak ada yang salah. 

Akhirnya aku memutuskan untuk membukanya dan melihat apa isi yang ada didalamnya, begitu melihatnya mataku langsung bersemangat, ini mata yang lelah sehabis kerja langsung kebuka lebar, hatiku sontak kegirangan melihat buku tersebut, buku yang ku suka sudah di tanganku.

siapa yang memberikannya? (“tanya ku dalam hati”)

hadiah yang indah, Sehidup sesurga – Menikahimu sekali saja mencintaimu selama-lamanya, kata-kata yang tertera pada sampul depannya menakjubkan untuk ku, ditambah dengan khayalan begitu romantis yang memberikannya, aku mulai tidak waras tersenyum kegirangan.

Esoknya aku mulai mengecek e-mail yang pernah ku kirim ke alamat tersebut, disana dinyatakan telah melakukan pembayaran, karena buku ini bukan milikku, ku kirimkan E-mail yang menyatakan aku tidak membayarnya, namun tidak ada balasan, aku pun menanyakan pada teman-teman terdekatku tidak ada yang mengetahui siapa pengirim yang memberikan buku ini, lalu aku menyebutnya novel kiriman dari malaikat, novel yang indah “sehidup sesurga”.

  • view 200

  • safitri melati
    safitri melati
    1 tahun yang lalu.
    maaf hanya mencoba menulis, ini adalah cerpen pertama, bukan untuk diikut sertakan dalam lomba, karena tema nya tidak sesuai, boleh dikomentarin, terimakasih smile >

    • Lihat 1 Respon