Sukses ? Bahagia ? Apa itu ?

Saefaz Azis
Karya Saefaz Azis Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Maret 2016
Sukses ? Bahagia ? Apa itu ?

?

?Kuliah lah nak yang rajin, biar dapat IPK cumloud, biar lulus nanti bisa sukses, bisa mendapatkan kerja yang enak, mapan, punya rumah sendiri, biar pas nikah nanti pake duit sendiri blaa., blaa., dan blaaa., ?

Sering dapat kalimat-kalimat itu ? apa lagi bagi kamu yang sekarang berada di bangku perkuliahan. Pernah ? acch? aku sudah bosan mendengar kalimat-kalimat itu oleh sebagian orang yang berada di sekitarku.

Sungguh, sampai detik ini aku masih bingung dengan kata ?SUKSES?. Sukses ? iya kata itu sugguh buat hiduku tak nyaman, tidur pun selalu susah, bahkan kata itu selalu mampir dimimpiku, Lebay !.

Kata satu ini oleh orang-orang selalu dikaitkan dengan kata ?BAHAGIA?. Kalau orang dengar kata Sukses pasti langsung muncul diotaknya ada kebahagiaan dihidupnya. Seolah dua kata itu adalah korelasi yang tak bisa dipisahkan.

Lalu apa itu sukses ? apa sukses itu, dapat IP tinggi lalu dapat pekerjaan nyaman, jadi bos, jadi pejabat pemerintah, punya mobil ? punya rumah mewah ? bahkan punya istri cantik ? apakah itu yang dinamakan sukses ? dan apakah itu yang membuat orang bahagia ?

Apakah sukses itu harus identic dengan kekayaan ? harus identic dengan jabatan ? entahlah, mungkin memang seperti itu persepsi banyak orang.

Saya pengin bercerita sedikit tentang sarjana yang mendapatkan IPK 3,45 dimana sekarang menjadi tukang jamu. Saya sedikit heran, dengan cara berfikir kebanyakan orang yang menyiyir sang sarjana tersebut. Memangnya kenapa dengan pekerjaannya ? salah ? atau pekerjaan itu hina ? atau kalian berfikir bahwa pekerjaan itu tak pantas bagi orang yang lulusan bangku kuliah ? atau kalian berfikir bahwa kuliahnya itu adalah sebuah kesia-siaan.

Tak usah jauh-jauh ke orang lain, saudaraku sendiri. Dia lulusan disalah satu PTN terbaik di Bandung, dan sekarang dia mengajar di Taman Kanak-kanak (TK) disalah satu kota budaya, Magelang. Pindah dari rumahnya, demi mengikuti kata hatinya, mengikuti toriqoh yang dia yakini sebagai jalan menuju Tuhan nya. Lalu tahukah kalian ? dia dinyiyir dan diasingkan oleh keluarga besar, kalau saya berfikir memang kenapa dengan dia ? ada yang salah ? memang dia meninggalkan sholat ? atau dia melakukan maksiat ? bikin bom ? menjadi teroris ? sejauh ini saya melihat, dia tidak melakukan itu semua. Hmm., ?Apakah gara-gara dia tak punya mobil ? dan tak punya rumah mewah ? sehingga dia dikucilkan ? dalam pandangan saya ada sebagian anggota keluarga yang mengucilkan dia hanya karena permasalahan ?Toriqoh? yang di anutnya. Perlu pembaca ketahui, disebagian agama Islam mengenal dengan istilah ?Toriqoh? yang artinya jalan, dimana ada beberapa amalan yang harus dilakuakan oleh jama?ah toriqoh tersebut.

Ada yang menyebut bahwa toriqoh yang dianutnya salah, Loch ? kenapa kita dengan mudahnya menyalahkan orang lain gara-gara tak sepaham dengan kita ? apa hak kita menyalahkan orang lain ? bahkan sampai menyesatkan toriqohnya, haloo? apakah kita lupa ? bahwa kita hanya manusia, hanya lah murid, dan Allah adalah hakim sesungguhnya, guru yang sesungguhnya, yang punya hak seratus persen bahwa seseorang itu sesat, seseorang itu salah. Apakah kita lupa ? bahwa disetiap sholat kita selalu berdoa, ?Ihdinnasirtol mustaqim?? tunjukanlah kami jalan yang lurus, kalau bukan fatanya kita masih tersesat ? kita lupa dengan itu semua.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata ?Sukses? diartikan beruntung, lah opo meneh kui sing jeneng?e beruntung ? atau kata ?Bahagia? dalam kamus besar bahasa Indonesia juga artinya masih abstrak, masih membuat orang bingung.

Sepertinya kamus bahasa indonesia perlu menjelaskan lebih detail lagi apa itu sukses ? dan apa itu bahagia ?

Bagiku sukses itu, bak tumbuhan padi, sejak awal petani menanam benih padi, dari benih kemudian tumbuh mucul biji beras, itulah sukses, kemudian padi yang kuning semakin banyak, tertimpa angin, namun tetap merunduk, itulah sukses, dan puncak sukses tertinggi adalah saat padi itu sendiri dipanen dengan hasil yang melimpah. Sesimpel itu ?

Yups sesimpel itu, artinya saat kita sudah berhasil dari penderitaan-penderitaan dan kita dapat melalui dengan baik dan hasil yang baik, itulah sukses. Bagiku sukses tak selalu terukur oleh harta, tahta bahkan jabatan, terlalu hina kalau kita mengukur taraf kesuksesan seseorang dari itu semua. Sukses itu ukuran perindividu masing-masing, ya seperti saya ini, saya bisa menyebut kalau saya adalah orang yang sukses, karena saya sudah berhasil membuat tulisan ini, setelah sekian tahun fakum dalam dunia tulis-menulis.?

Lalu apa itu bahagia ? bahagia ? hmm., menurutku, bahagia itu saat benih padi mulai tumbuh, dan berbuah biji beras, disitulah tempatnya bahagia, dan puncak kebahagiaan adalah saat padi berhasil memanen dengan maksimal, setelah melawan angin dan hama yang menyerangnya, panen itu dapat membuat petani bahkan orang lain senang, disitulah?puncak kebahagiaan.

Jadi saat kau menanam, kemudian tumbuh biji berasnya, padi itu bahagia karena dia sudah membuat sesuatu yang sudah dilakukannya, sudah berhasil berubah dari wujud sebelumnya, membuat dirinya serta petani bahagia, merasa senang karena sudah mengalami perubahan itu. Itulah bahagia menurutku. Sesimpel itu ? yups bagiku bahagia itu sederhana dan simple tak perlu neko-neko, saat kamu berhasil melakukan sesuatu yang membuatmu senang membuat hidupmu lebih hidup, itulah bahagia. Dan Bagiku bahagia itu tak harus dengan kekayaan, karena saat ini saya sedang BAHAGIA !. Bahagia dapat membuat tulisan ini :)

?

Itulah arti sukses dan bahagia menurutku, lalu apa menurut kalian wahai Shobat ?

?

  • view 263