Kutukan Waktu

ian maisa
Karya ian maisa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 April 2016
Kutukan Waktu

3

 

Kutukan Waktu

 

                Apa hanya aku,seseorang yang merindukan dirinya yang dulu?

Pribadi yang—meski kata orang-orang norak,culun,aneh atau apalah namun tetap membuatku bahagia dan tak seribet sekarang. Yang tak mementingkan penampilan,yang tak menggubris penilaian orang terhadapku. Yang tak melulu harus tersenyum paksa dan bersikap cool demi menjaga image di depan orang..

Apa hanya aku yang merindukan aku yang dulu? Aku yang anti pacaran,aku yang miris melihat non muhrim bergandengan,aku yang risih pada pesta dan keramain. Aku yang bahkan bicara dan menatap mata lawan jenis saja tak berani,apalagi ikut campur soal pacaran ala anak muda zaman sekarang..

Apa hanya aku yang merindukan suasana dulu? Suasana di mana aku bisa tertawa bebas tanpa beban bersama sahabat,suasana di mana aku senyum-senyum sendiri atau menangis sesenggukan saat membaca novel,suasana di mana aku bisa peluk cium kedua ibu-bapak ku tanpa malu,suasana yang membuat ku nyaman..

Apa hanya aku?

 

Mana pribadi itu?

Mana aku yang dulu?

Mana Suasana-suasana dulu?

 

                Barangkali inilah kutukan waktu, yang tanpa kita sadari telah merubah pribadi kita,yang telah merubah kita menjadi ‘AKU’ yang sekarang,yang merenggut suasana-suasana bahagia kita, yang menjadikan semua hal indah itu menjadi kata “DULU”.

  • view 121