Cara ku Melihat Dunia

ian maisa
Karya ian maisa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 April 2016
Cara ku Melihat Dunia

1

Meski UN(Ujian Nasional) sudah selesai,tapi di sini kami masih harus mengikuti ujian ijazah(mualimin).Bicara soal ujian ijazah ini,ada satu hal yang membuatku miris.Yaitu kami harus belajar selama seminggu pertama,baru kemudian ujian. padahal,sebulan yang lalu kami pun sudah ujian materi ini.

"Kenapa tidak langsung ujian saja,ustad?" tanyaku saat perihal ini di sampaikan.

"Supaya kalian bisa menjawab soal-soal besok.Lihatlah kakak kelas kalian tahun kemaren,mereka banyak yang tak bisa menjawab."

_tahu apa yang membuat ku miris? Bayangkan,kami di ajarkan untuk belajar menghadapi ujian,belajar untuk menghadapi soal-soal. Aku tak tahu bagaimana sekolah-sekolah lain,tapi beginilah keadaan sekolahku. aku berprinsip,belajarlah untuk menghadapi persoalan,bukan hanya menghadapi soal-soal. suatu waktu seorang teman menyanggah pendapatku ini,

"Jika menghadapin soal-soal saja kau tak bisa,bagaimana kau bisa menyelesaikan persoalan-persoalan?"

Apakah aku seorang pembangkang? entahlah,aku dan teman-teman ku hanya bisa diam saat keputusan sudah di tetapkan oleh para ustad-ustad bagai dewa itu. meski dalam hati aku memendam sedikit kebencian. bagaimana mungkin seorang USTAD di benci oleh santri-santri nya sendiri? haha,begitulah keadaan ku disini kawan,mungkin memang ada yang salah pada diri kami sehingga angkatan ku,di cap sebagai angkatan terburuk! Barangkali kami memang gagal disini,atau sekolahlah yang telah gagal pada kami? -entahlah..

yang kelas kami butuh pendidikan,bukan hanya pelajaran-pelajaran.Dan tak seharusnya para guru memberi penilaian terhadap muridnya sebagai angkatan terburuk.jika terus begini,mungkin hanya satu hal yang bisa ku bawa dari sekolah ini... DENDAM.

10 april 2016

  • view 118