NASKAH DRAMA ALIR OBA

saban azlan
Karya saban azlan Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Januari 2018
NASKAH DRAMA ALIR OBA

Alir oba ( Gurita Raksasa )

Dikisahkan suatu tempat di wilayah lembata daerah kedang,hiduplah masyakat yang makmur dan tentram dengan sumber daya alam yang melimpah.

Namun suatu ketika munculnya sebuah lubang besar di pertengahan kampung,ternyata lubang itu adalah rumah dari seekor gurita raksasa yang setiap hari memakan mangsa baik itu bintang ternak maupun manusia.

Hal tersebut membuat masyarakat setempat resa dan enggan keluar rumah kerena kuatir akan dimangsa oleh gurita raksasa itu.

Akhirnya ketua adat kampung tersebut mengumpulkan masyrakat setempat untuk mencari selusi dalam memecahkan persoalan itu.

Ae Ame : bapak ibu yang saya hormati,disaat ini kita sedang dilanda bencana yang       menakutkan,ketentraman kita diusik oleh persoalan ini sehingga hari kita berkumpul untuk mencari selusinya.......!

Amo 1       : jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ?

Amo 2   : benar apa yang akan kita lakukan sekarang,apakah kita harus meninggalkan kampung ini dan mencari hidup di tempat lain ?

Amo 1     : tidak....!!! .kita sudah lama hidup di kampung ini,tempat dimana kita dilahirkan dan tempat di mana nenek moyang kita disemayamkan,kita tidak bole mudah putus asah dengan cara berpindah dari kampung ini...!

Amo 2       : terus bagaimana sekarang apakah kita menunggu geliran untuk dimangsa....!

Ae Ame    :baik tenang semua wargaku,saya mengambil solusi bahwa kita harus membunuh makluk itu..!

Amo ino    : Bagaimana caranya epu ?

Ae Ame : Besok sebelum matahari terbit semua warga di Kampung Ini diwajibkan memasak motong panas sebanyak-banyak mungkin,dan sala satu warga harus menyiapkan seekor kambing.

Amo           : Untuk apa semuanya itu epu ?

Ae Ame : kambing itu akan dijadikan umpan untuk mengeluarkan gurita itu dari sarangnya,ketika gurita itu keluar semua harus menyiramkan motong panas yang telah disiapkan agar makluk itu bisa mati.....!

Amo Ino         : baik Epu kami akan melaksanakanya!

 

Warga kembali ke rumah masing-masing dan menyiapkan semua yang diperintah ketua adat,

Keesokan harinya sebelum matahari terbit ketua adat bersama warganya sudah selesai menyiapkan motong panas dan seekor kambing.kambing itu kemudian diikat berdekatan dengan lubang gurita itu,beberapa saat kemudian gurita raksasa itu muncul kerena mendengar suara kambing yang menjerit seketika itu warga langsung menyiram gurita itu dengan motong panas yang telah disediakan.

Gurita raksasa itupun membelit-belitkan tubuhnya kerena di siram motong mendidih dan akhirnya mati.

Ino Amo : hore gurita raksasa itu sudah mati,hore....hore......!                      

Menjelang bebarapa hari gurita itu mati bangkainya menjadi sangat bau dan menusuk hidung,ada beberapa masyarakat yang bertahan di kampung itu ada juga sebagian besar yang lari ke daerah pedelaman dan pesisir.

Hingga saat ini masyarakat di kampung alir oba enggan memakan gurita disertai motong.......

                       

 

  • view 52