Tau Kah Kamu?

Rezzy Febriawan
Karya Rezzy Febriawan Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2016
Tau Kah Kamu?

?Itu siapa Sha?? Tanya Wibi sambil melirik Handphone Risa yang berdering namun seolah diabaikan oleh Risa.

?Bukan siapa-siapa Biy? Ujar Risa sambil melihat handphonenya dan kemudian menolak panggilan tersebut

?Oooh? Jawab Wibi seraya tersenyum ke arah Risa

Kemudian keduanya kembali berbincang seraya melanjutkan makan siang mereka yang baru saja sedikit ?terganggu?, namun kemudian handphone tersebut berdering lagi. Wibi memperhatikan Risa dan kembali tersenyum seraya berkata,

?Diangkat dulu coba, barangkali penting? Ujarnya

?Udah nanti aja, kan kita lagi makan? Jawab Risa sambil menolak lagi panggilan tersebut

Setelah itu handphone tersebut selalu berdering dan bahkan lebih intens dari sebelumnya, Risa terus saja menolak panggilan tersebut. Wibi yang pada mulanya tidak menaruh curuiga tentu saja mulai resah karenanya, maka kemudian dia menjulurkan tangannya untuk meminjam handphone tersebut

?Coba aku lihat handphone kamu? Wibi berkata dan kali ini tanpa tersenyum

?Kamu apa sih? Ini bukan siapa-siapa, udah deh? Jawab Risa ketus seraya sedikit mundur sambil menjauhkan handphonenya dari jangkauan Wibi

Wibi sebenarnya sudah curiga sejak Risa menolak telepon itu untuk kedua kalinya, hanya saja dia masih menahan diri dan menghormati privacy yang dimiliki Risa. Namun setelah sekian kali berulang di waktu yang sama, ia mulai mengkhawatirkan hubungan mereka, namun lagi kali ini dia mencoba untuk sedikit bersabar. Keduanya pun kembali berbincang, agak sedikit canggung kali ini dibanding sebelumnya, tapi tak lama berselang telepon itu kembali berdering, Risa mulai terlihat gelisah, Wibi menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya berkata,

?Sha, kalau memang kamu menghargai aku, tolong angkat telepon itu!? sedikit bergetar suaranya karena menahan emosi

Risa kemudian menjawab telepon itu sambil berusaha berdiri, namun Wibi bangkit dan menahan tangannya, dan kembali berkata,

?Di sini aja Sha? seraya duduk dan meminta Risa juga duduk

Risa berbicara dengan seseorang di telepon itu, wajahnya menyiratkan kepanikan, kemudian Risa mengatakan kalau orang itu untuk meneleponnya nanti karena ia sekarang tengah sibuk. Namun entah atas alasan apa orang di seberang sana itu masih memaksa untuk bicara, Wibi melihat ada keanehan dalam perbincangan itu, dan kemudian ia merampas handphone Risa. Risa yang terkejut sudah tidak mampu berbuat apa-apa saat Wibi mulai berbicara dengan seseorang di telepon itu. Wibi kemudian bertanya siapa dia, tujuannya apa, sambil matanya memperhatikan Risa yang tampak semakin gelisah karenanya. Kemudian Wibi bertanya mengenai kemungkinan untuk bertemu dengan orang itu setelah ini. Risa menutup matanya dalam-dalam sambil menggelengkan kepalanya perlahan. Wibi pun menutup teleponnya.

?Kamu apa-apaam sih Biy?? tanya Risa lemah seakan memelas

?Dia itu....? Risa gagal melanjutkan ucapannya karena Wibi memotongnya

?Dia sudah nunggu kita, ayo berangkat? Ujar Wibi seraya berdiri dan kemudian mengulurkan tangannya pada Risa

Risa tidak bisa berbuat banyak dan kemudian terpaksa mengikuti Wibi yang sudah berjalan setelah sekian lama tadi uluran tangannya tidak diterima oleh Risa.

Gerimis turun pada sore itu saat Wibi memacu sepeda motornya dengan kecepatan yang cukup kencang, sepanjang perjalanan Risa melontarkan berbagai argumen yang tidak pernah didengarkan oleh Wibi, dia terus memacu sepeda motornya dan tampak sangat gusar sekali ekspresinya. Kemudian mereka berdua sampai di tempat yang telah ditentukan, sebuah mini market yang di teras depannya terdapat bangku-bangku untuk nongkrong. Wibi kemudian membeli kopi hangat dan cappucinno untuk Risa, tak lama berselang sebuah sedan berwarna merah datang dan parkir tak jauh dari tempat mereka duduk. Dari dalamnya muncul seorang laki-laki yang berumur sedikit di bawah Wibi dengan pakaian yang sangat rapih dan menunjukkan bahwa dia adalah orang yang berlatar ekonomi baik. Namun kemudian disusul oleh 2 orang yang berpenampilan sedikit kontras karena kedua orang tersebut sepertinya bukan teman laki-laki tadi, keduanya lebih seperti seorang preman dibandingkan dengan seorang teman. Wibi tidak menghiraukan, saat melihat reaksi Risa Wibi langsung tau kalau merekalah yang mereka tunggu, Wibi berdiri dan menyodorkan tangan saat laki-laki itu sydah dekat,

?Hallo, Wibi? disalaminya laki-laki tadi yang menjawab

?Adit? digenggamnya tangan Wibi,

Kemudian Wibi juga menyodorkan tangannya dan memperkenalkan diri pada kedua ?teman? Adit tadi

?Bagus, boy? yang pertama menyalaminya

?Imam, boy? disusul yang kedua,

Kedua orang itu sama-sama memanggil Wibi dengan sebutan ?boy? tentunya untuk melakukan intimidasi secara verbal, Wibi mengerti betul itu walau dia sama sekali tidak menggubrisnya, karena bahkan Wibi tidaklah takut dengan keduanya. Kemudian Wibi duduk dan berhadapan dengan laki-laki yang ternyata bernama Adit itu, sementara Risa duduk sambil merunduk kikuk di sebelah Wibi. Beberapa saat kondisi tampak kaku, Adit memasang ekspresi keras dan sok, sementara Wibi terlihat tenang. Kemudian sebelum ia memulai pembicaraan ia meminta Bagus dan Imam untuk ikut duduk karena keduanya sejauh ini masih berdiri sambil berbincang dan merokok, Wibi melihat bahwa kedua orang itu terkena air hujan karena memang posisi mereka yang sangat di pinggir. Namun keduanya menolak dengan santainya, dan Wibi pun mengalihkan pandangannya ke Adit yang selalu mencuri pandang ke Risa. Kemudian Wibi mulai bicara,

?Jadi gini, siapa nama lu tadi? Adit ya?... Gini Dit, gua nggak tau ya lu ini tau apa nggak, tapi gua ini cowoknya dia? Sambil menunjuk ke arah Risa

?Iya Bi, gua tau? Jawab Adit enteng

?Hemm, gitu ya... Nah sekarang berarti gua yang belum tau lu ini siapanya dia? Sambil memajukan badannya dan tangannya bersandar di meja

Adit sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu, namun ia coba sembunyikan keterkejutannya itu. Sementara Bagus dan Imam terlihat sekali menyimak apa yang mereka bicarakan walau mereka seolah sedang ngobrol.

?Gua temen kampusnya Bi...? jawab Adit kemudian

?Ooohh, temen kampusnya... Terus tadi lu telepon Risa ada keperluan apa ya kalau boleh tau?? Tanya Wibi lagi yang membuat Adit kali ini tidak bisa menutupi kebingungannya. Terlihat sekali ia memikirkan apa yang hendak di katakan, menyadari hal tersebut kemudian Wibi mengalihkan pandangan kearah Bagus dan Imam seraya berkata

?Bang sini bang duduk, keujanan loh itu? Seraya melambaikan tangannya pada mereka dan menunjuk bangku dihadapannya

?Iya boy ntar aja, ngabisin rokok dulu nih? nadanya terdengar menyepelekan

Kemudian Wibi menatap kembali ke Adit yang sepertinya sudah menemukan jawaban

?Ya mau ngobrol aja gua sama Risa? Jawabnya ditenang-tenangkan

?Gini aja Dit biar cepet dan nggak berbelit-belit ya... Gua sebenernya penasaran ada apa antara lu sama dia, gua liat kok kayaknya ada yang disembunyiin.. Jujur gua nggak nyaman banget ada di situasi kayak gini? Wibi menyenderkan tubuhnya di kursi

?Maksud lu Bi?? Tanya Adit kemudian

?Ya kalo lu deh ada di posisi gua, lu bisa terima nggak?? Wibi menjawab santai

Adit sangat terkejut mendengarnya, dia kemudian memikirkan jawaban, dan sebelum dia menjawab, Wibi melanjutkan perkataannya,

?Gua yakin lu nggak bakal terima? sambil menoleh kearah Bagus dan Imam yang kali ini jelas terlihat menyimak karena keduanya diam saja. Wibi pun kembali meminta mereka duduk, keduanya terkejut dan kembali menolak seraya kembali berbincang. Wibi pun kembali bicara,

?Tapi gua terima Dit? Adit dan Risa melirik Wibi karena ucapannya tersebut mengejutkan keduanya

?Gua nggak tau ya ada apa sebebernya antara lu sama dia, tapi kalaupun memang ada apa-apa pun itu bukan cuma salah lu berdua aja... gua juga salah... Mungkin ada hal dari gua yang bikin dia kayak gini, terus ada lu yang mungkin selama ini jadi tempat cerita dia, yah atau gimana gua juga nggak tau... Yang jelas gua ngajak lu kesini buat ngobrolin gitu duduk masalah yang sebenernya? Wibi kembali memajukan badan dan meletakkan tangannya di atas meja, kemudian ia melanjutkan,

?Sebenernya ada apa antara lu sama Risa?? Ujarnya tenang tapi tajam

?Ehm, gua sama Risa Cuma....? Belum selesai Adit bicara kemudian Wibi memotongnya,

?Tolong lu jawab jujur, biar semuanya jadi mudah gitu Dit? Tetap terdengar tenang.

Adit bingung sekali mendapati pertanyaan itu, terlihat sekali ia tidak siap dengan apa yang saat ini sedang dialaminya, Wibi memperhatikannya dengan tatapan menunggu. Kemudian dengan pelan Adit berkata,

?Gua sayang Bi sama Risa? Katanya.

?Sorry Dit, tolong lu ulangin, gua nggak denger? Kini Wibi memajukan kepalanya sedikit, Adit kemudian menarik nafas panjang dan menghelanya, kemudian ia bicara,

?Sebelumnya sorry Bi... Gua sayang sama Risa Bi, gua nggak bisa terima kenyataan kalo dia udah sama lu, makanya gua coba ngganggu dia saat lu lagi sama dia? Jawabnya dengan nada yang bergetar, sepertinya Adit mulai merasa bersalah

?Dit, lu nggak salah, gua ngerti kok apa yang lu rasain... Gua ini cowok brengsek Dit, mungkin karena itu makanya Risa merasa nggak nyaman sama gua sampai mungkin juga dia cari orang lain buat bicara hal-hal yang nggak mau dia bicarain ke gua , dan orang itu kebetulan lu Dit? Wibi bicara dengan tenang dan sangat teratur, kemudian dia melanjutkan

?Pada dasarnya kita ini sama, bedanya mungkin gua nggak akan ada di posisi lu saat gua tau cewek yang gua suka udah punya hubungan sama cowok lain... Tapi gimana pun lu sama gua kan beda, dan bagi gua lu tetep nggak salah dalam hal ini, dia juga nggak salah, nggak ada yang salah... yang salah cuma keadaannya? Wibi menyandarkan tubuhnya di kursinya dan kemudian menatap Risa yang saat ini sudah bercucuran airmata

Wibi memperhatikan Risa sejenak dan kemudian dia berkata

?Tuh, gimana? Adit sayang sama kamu, ayo kamu ngomong apa yang kamu mau omongin? Ujar Wibi

Risa diam, dia menyeka airmatanya, kemudian perlahan ia angkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Adit dan berkata

?Lu nggak ada hak buat ngomong gitu sama gua!? Suaranya bergetar diiringi sedikit isak tangis

?Ssssstttt, Sha, bukan itu Sha yang aku maksud... Kamu nggak boleh dong nyalahin perasaan orang, Adit nggak salah, dia ber hak suka sama siapapun termasuk kamu... Mungkin sebenernya Adit salah ngartiin hubungan kalian, tapi dia tetep nggak salah Sha? Risa kembali menangis, Adit diam terpaku dan merasa sangat terpukul. Wibi kemudian melanjutkan bicara,

?Gini Sha biar semuanya enak.... Sekarang di hadapan kamu ada 2 orang cowok yang sama-sama sayang sama kamu...bukan begitu Dit?? Tanya Wibi seraya menolehkan pandangan ke arah Adit yang lagi-lagi terkejut dan kemudian mengangguk karena melihat tatapan Wibi yang seolah menunggu jawaban

?Sekarang kamu yang tentuin kamu mau sama siapa... Sama aku yang yah kamu tau lah seperti apa... Atau sama Adit yang mungkin lebih baik dari aku, kayaknya sih memang begitu? Ujar Wibi serius.

Cukup lama mereka bertiga diam, Bagus dan Imam memperhatikan dan keduanya sangat terkejut dengan apa yang sejauh ini mereka dengar. Kemudian Risa mulai mengangkat kepalanya dan mulai bicara

?Aku pilih kamu Biy, tapi kalian harus tau kalau buatku ini bukan lah pilihan, aku selalu sayang sama kamu apapun keadaan dan perilaku kamu Biy... Dan lu Dit, jujur gua kecewa sama apa yang baru aja gua denger, mungkin guanya yang selama ini kayak ngasih harapan buat lu, tapi sebenernya gua nganggap lu nggak lebih dar temen Dit, temen ngobrol gua yang asik... Setelah ini, gua harap lu jangan temuin gua lagi, jauh-jauh dari gua, lu....? Risa terlihat mulai marah saat Wibi kemudian memotong pembicaraannya,

?Ssssstttt, sudah itu aja cukup... Dit, gimana? Lu udah denger kan apa yang dibilang sama Risa, gua juga nggak pernah maksa dia buat ngomong kayak gitu? Ujar Wibi seraya menatap Adit yang tampak terpukul

?Yah, oke kalau gitu, aku minta maaf sama kamu Ris karena diam-diam udah sayang sama kamu? Dia mengatakannya sambil menatap Risa, kemudian dia berpaling ke Wibi dan kembali bicara,

?Dan gua minta maaf banget sama lu Bi kalo kejadiannya sampai kayak gini... Gua janji gua akan ngejauh dari Risa, gua akan.....? Belum selesai ia bicara saat Wibi memotongnya

?Justru ini yang gua nggak mau, gua ngajakin kalian ketemu bukan buat saling musuhan... gua pengen ini semua jelas,... Gini ya Dit, sekarang gua tau kalo lu sayang sama Risa, dan sorry Risa itu cewek gua dan tetep cewek gua sekarang... Gua ngerti banget apa yang lu rasain Dit, nah karena lu sayang sama Risa, gua mau minta tolong sama lu Dit... Lu kan juga sekampus sama dia, tolong jagain Risa di kampus Dit, gua percaya kalo lu bisa ngelakuin itu... Tapi kalo diluar kampus lu harus percaya kalo gua bakal jagain dia? Adit, Risa, bahkan Bagus dan Imam tercengang mendengar ucapan Wibi tersebut. Kemudian Wibi menambahkan

?Kamu Sha, kamu jangan marah sama Adit, dan aku mohon kalau memang ada permasalahan apapun jangan lagi disembunyikan, kita selesaikan sama-sama? Ujar Wibi kepada Risa.

Adit yang merasa sangat malu semalu-malunya lantas pamit untuk pulang, Wibi meminta nomornya untuk saling berkomunikasi dan berkabar di kemudian hari. Sementara Bagus dan Imam yang rupanya sudah mulai menggigil karena pakaian mereka sudah mulai basahpun juga berpamitan kepada Wibi seraya berkata,

?Bang, balik dulu ya Bang? kali ini mereka tampak sopan dan merasa sangat kecil sekali di hadapan Wibi yang masih tetap berperilaku sopan menanggapi mereka. Ketiganyapun masuk kedalam mobil dan kemudian pergi melintasi jalanan basah diantara langit yang mulai menjadi gelap itu.

Sementara itu dengan berlinang airmata Risa menatap Wibi, dia kemudian berkata,

?Biy, maafin aku? sambil menangis

Wibi menatapnya balik, tatap mata Wibi terlihat sangat teduh sekali, kemudian dia menjawab

?Nggak ada yang perlu meminta maaf Sha... Sha, tau kah kamu apa yang paling aku takutin selama pembicaraan tadi?? tanyanya yang diiringi gelengan kepala Risa

?Aku takut kalau kamu lebih pilih Adit Sha? Jawab Wibi yang dibarengi tangan Risa menutup mulutnya sendiri untuk menahan suara tangisnya yang pecah lebih dalam. Namun kemudian Wibi tersenyum padanya dan kembali berkata,

?Tau kah kamu kenapa aku membuka resiko kehilangan kamu seperti tadi Sha?? Tanyanya lagi dan Risa kembali menggeleng

?Karena aku sayang kamu Sha? Risa semakin terisak sangat dalam.

Dalam hati Risa mengutuki segala hal yang membuat hari ini terjadi, namun dia mensyukurinya karena dia dapat mengenal lebih dalam seorang laki-laki brengsek yang selama ini di sayanginya, dan saat ini ia amat sangat menyayanginya. Dipeluknya Wibi, ditumpahkannya semua airmata dipundak laki-laki itu. Wibi kemudian memelukkan tangannya di punggung Risa dan mengusapnya lembut. Dalam hati dia berkata,

?Tau kah kamu apa yang membuatku sakit Sha? Saat ini, saat dimana aku harus melihat kamu menangis, entah itu tangis bahagia atau duka... aku sakit menyaksikannya... Tau kah kamu, Sha??

Langit malam itu tampak gelap tanpa bintang, hujan terus jatuh membasuh bumi dan mungkin juga turut membasuh beberapa hati yang tengah tandus tersakiti.

-rzy-

  • view 193