Romantisme Ala Pena

Rezzy Febriawan
Karya Rezzy Febriawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Januari 2016
Romantisme Ala Pena

Benda ini adalah sebuah paket istimewa yang kerap terabaikan jasanya, kesetiaannya tersirat oleh sifatnya yang selalu memberi tanpa menerima, dan itu bersifat pasti? Benda inilah media yang kerap menorehkan hal-hal penting bagi setiap kisah perjalanan hidup dan berfikir manusia, khususnya bagi mereka yang sadar betul bahwa mengandalkan ingatan adalah sebuah upaya mubazir bila ingin mengabadikan sesuatu yang dianggap penting. Bahkan dari benda ini juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dari tingkat intelektualitas seseorang? Dia, dia lah perangkai sejarah dengan berbagai romansanya? Seiring dengan perkembangan teknonolgi eksistensinya mulai tergeser, digantikan benda lain yang dianggap lebih efisien dan simpel. Otentitas dari setiap goresan sedikit menghilang, hanya menyisakan sedikit saja melalui gaya bahasa.

Pena, inilah yang sedari tadi kumaksudkan dengan ?dia?, sebuah benda sepele yang mencatat sejarah dunia, bergerak elegan selaras dengan pemikiran penggunanya, mengabadikan segala mulai dari berbagai hal paling sepele sampai dengan hal-hal paling berpengaruh bagi kemaslahatan orang banyak. Pada masa lampau (bahkan sampai detik ini) keintiman seseorang dengan pena adalah sebuah petanda akan sebuah eksistensi dari intelektualitas yang otentik. Romansa kala pemikiran dan goresan pena bersinergi dan menari di atas perkamen maupun kertas-kertas selalu menghadirkan kisah luar biasa, sebuah pergolakan yang kompleks. Pena telah mengantarkan kita pada diri kita hari ini dengan berbagai kemajuan (juga kemunafikan)?

Pena, romansanya tercatat diluar apa yang digoreskannya, jauh lebih dari itu. Tidak pernah mati?
-rzy-

  • view 153