Pendar

Rezzy Febriawan
Karya Rezzy Febriawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Januari 2016
Pendar

Segala sesuatunya nampak begitu asing namun tidak terlalu mengherankan. Segala pendar ini jauh lebih nyata dari yang biasa ia dapati sebelumnya. Entah ini ada dimana, namun baginya ini bagai rajutan dari beribu juntai harap yang diemban hati dan fikirnya, inilah kisah dari penantian panjangnya.

Tangannya terus berusaha meraih pendar-pendar yang merajai harapnya, ?ini terlalu indah? mungkin begitu fikirnya. Kemudian upayanya berlanjut dengan selentingan tawa renyah yang tertuang begitu saja, ia terus mencoba meraih. Seketika saja, tawa tadi berubah menjadi desah gelisah saat sebuah cahaya dominan mengarah kepadanya, berkelip deras dengan kecepatan liar yang mamacu degupnya, semakin dekat, semakin dekat, terlalu dekat, dan???.

Cahaya putih nan silau memecah warna seiring lantang teriaknya yang memecah hening. Ia mendapati tubuhnya begitu basah dengan posisi tubuh berpusat pada pinggul, nafasnya menderu dan jantungnya memburu. Sebuah suara wanita paruh baya kemudian terdengar bergetar di telinganya dengan getir penuh rasa khawatir ?kamu kenapa nak??. Kemudian tak ada habisnya wanita itu mengusapi rambut dan menyeka keringat yang terasa membasahi wajah.

Deskripsi macam apa yang sedianya ia lontarkan saat berujar ?aku mimpi buruk Bu?, sedang ia sendiri tidak mampu mendeskripsikan objek secara sahih dalam nyatanya. Untuk kali ini kebutaan itu mungkin yang memapahnya, karena cahaya akan selalu datang pada siapa saja yang memang terus berupaya mencarinya, lebih dari sekedar menantinya?.

Walau buram kelak ia akan sangat bermakna?
-rzy-

?