Kenapa Air Seni?

Rezzy Febriawan
Karya Rezzy Febriawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Januari 2016
Kenapa Air Seni?

Kencing, bahasa ilmiahnya urin, bahasa sopannya air seni? Kenapa air seni? Nah ini nih yang agak bikin gua mikir, kenapa ya namanya air seni? Hubungannya ada dimana antara air dan seni? Okelah airnya, tapi mana seninya? Asik nih buat ngisi waktu luang (padahal luang terus). Asal mula dari penamaannya gimana ya? Dan juga siapa yang buat? Entah memang ada sejarah tertulisnya atau nggak yang jelas gua nggak pernah tau. Yang gua tau, pasti ada maksudnya kenapa bisa dinamain air seni.

Salah satu hobi gua adalah menerka-nerka, mengkombinasikan antara ini dan itu, yang begini dan begitu, tentunya dengan segala keterbatasan pemikiran gua dan juga totalitas kengawuran gua. Nah sekarang yang jadi sasaran gua adalah ya si air seni ini (bukan dari mana dia terpancar). Oke, beginilah kengawuran ini. Air seni terdiri dari 2 kata (jelas), yaitu air dan seni. Menurut gua, air adalah sumber kehidupan paling utama bagi manusia, peranannya gede banget. Bahkan sebuah penelitian pernah mengungkapkan bahwa manusia dapat bertahan hidup lebih lama karena nggak makan daripada nggak minum. Pokoknya intinya penting bangetlah? Seni, nah ini nih yang sulit gua jabarin, gimana ya? Masing-masing orang punya interpretasi yang beda tentang seni. Kalo menurut gua sih, seni itu adalah suatu hal (entah dalam bentuk apapun) dimana didalamnya terkandung berbagai unsur keindahan yang dilandasi kejujuran, nggak dibuat-buat, tapi bukan sekedar bernilai estetis, jauh lebih dalam dari itu. Sulit ya penjelasan gua? Nah itulah seni, sulit diungkapkan dengan kata. Nah air seni?

Gua sadar kalau mungkin air seni ini nggak bisa diartikan kata per kata, sudah jadi satu kesatuan yang utuh. Oke gua sepakat sampai disitu, nah gua juga sering denger kalau pasti ada maksud dan tujuan dibalik setiap penamaan. Makanya gua masih terus aja mikirin ini, gua mesti dapet jawaban yang seenggaknya melegakan gua lah, walau nggak ilmiah ya nggak apa deh. Disitulah akhirnya, setelah beberapa hari mikirin ini, sampai lupa makan (nggak punya duit), lupa mandi (mesin air rusak), sampailah gua pada kesimpulan ngawur gua. Air seni mungkin sama halnya kayak esensi seni barangkali ya? Jadi sama kayak seni yang dimana outputnya tergantung sama inputnya. Gini, air seni itu kalau nggak salah bisa mencerminkan kondisi tubuh si empunya, kalau kita lagi sakit atau jarang minum air putih pasti air seninya kuning, tapi kalau kita sehat dan sering minum air putih air seninya pasti bening. Itu nggak bisa dibohongin dan nggak bisa dimanipulasi. Seni itu kan kejujuran ya, dan benar mungkin bukan sesuatu yang nggak bisa dipelajari, seolah sudah ?mengalir didalam darah?, tapi seni jelas butuh input, kayak tokoh inspirasi, pengalaman, bacaan, tingkat intelektualitas, dan berbagai hal lainnya yang pada akhirnya akan berpengaruh pada ?taste? dari seni itu sendiri. Kalau kita nggak pernah ngapa-ngapain? Nggak ada input? Bisa bikin karya seni? Bisa!!! Tapi ya gitu, nggak maksimal, terlihat dipaksakan, nggak ada ?feel? nya, nggak punya ?taste?, dan mungkin terasa unsur kepentingannya. Nah mungkin karena itulah dinamakan air seni, karena dia berbentuk hal yang bisa menggambarkan sesuatu berdasarkan apa yang diwakilkannya, kemunculannya berlandaskan dengan input yang di dapat. Dan juga sifatnya jujur, nggak bisa dimanipulasi.

Buat yang terakhir, gua mau sedikit membahas kenapa banyak seniman yang penampilannya ? ajaib? dan cenderung nggak karu-karuan, cuek, bahkan untuk beberapa orang yang serius mungkin nggak enak diliat, kacau lah!!! Tapi satu hal ya, orang seni itu mayoritas asik banget, enak banget diajak bergaul. Sepakat? Nah yang terakhir ini gua nyoba ngegambarin tentang dari mana air seni itu ?terpancar? (you know what I mean).

Minum yang banyak biar sehat, dan berkarya yang jujur biar ?jadi?.

-rzy-

  • view 195