Berlayar

Rizky Kurniawan
Karya Rizky Kurniawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Februari 2016
Berlayar

Oke, sebenarnya ingin ngasih judul "another random post" tapi judul itu sudah terlalu banyak di blog ini -_- belajar nentuin judul yang bener, jangan kebanyakan random *ngomong sama diri sendiri

Ketika ngetik ini tulisan selalu terpikir sebuah?pertanyaan "pernahkah kalian pernah berfikir untuk melakukan sebuah perjalanan?"?

kalian pasti pernah melakukan sebuah perjalanan, entah itu?trip?keluar kota yang berminggu-minggu ataupun hanya sekedar jalan-jalan pagi untuk mencari keringat. pasti pernah melakukannya kan? entah yang terencana ataupun hanya?membunuh waktu,?kita semua suka dengan perjalanan.

Mungkin karena dengan berpindahnya kita dari tempat?biasa,?kita bisa melihat sesuatu yang tidak biasa kita lihat ataupun merasakan sesuatu yang belum pernah kita rasakan, air danau yang bening, angin dingin pegunungan, ataupun aroma hutan yang khas. Mungkin?perasaan?seperti ini yang membuat para?traveller? kecanduan dengan trip mereka.

Ketika kita ingin naik gunung, kita tau bahwa yang akan kita hadapi adalah tanah yang miring, pijakan yang rapuh, udara dingin, cuaca yang tidak menentu,?dan masih banyak halang rintang lainnya yang akan kita hadapi. Akan tetapi, kita sudah keburu tau atau sudah mendapat bocoran duluan tentang halang rintang yang akan dihadapi tadi, entah dari teman, internet, bahan bacaan, ataupun video-video youtube.

Meskipun sudah tahu, apakah perasaan itu berkurang? ternyata tidak. Kita tetap suka dengan perasaan itu, merasakan sesuatu yang belum pernah kita rasakan. Meskipun perasaan itu banyak dijabarkan orang-orang, merkipun mereka berkata "rasanya itu begini begini dan begitu" kita tetap penasaran dan rasa penasaran itu gak hilang sampai kita sendiri yang merasakannya.

lalu mengapa ada gambar kapal pinisi di tulisan ini? akupun gak tau kenapa aku naruh itu gambar disitu -_- yang kutahu kapal pinisi dikenal dengan daya jelajahnnya yang mendunia. karena tulisan-tulisanku gak jauh-jauh dari tulisan mengenai pernikahan dan semacamnya kenapa gak kita coba hubungkan?

Lantas bagaimana dengan pernikahan? aku rasa itu sama dengan sebuah perjalanan/ berlayar. Banyak orang yang sudah merasakannya dan mencoba menjabarkannya, ada yang karam ditengah jalan, ada yang sampai tujuan dengan selamat, ada yang kru-kru kapalnya memilih terjun kelaut karena dipimpin kapten kapal yang kejam, bahkan ada yang tidak jadi berlayar padahal semua perlengkapan sudah diangkut kekapal, ada yang tersesat dan tidak sampai-sampai ditujuan yang telah disepakati diawal, ada yang dijarah oleh perompak perairan setempat, dan masih banyak contoh kasus lainnya.

Banyak yang sudah memberi tahu bahwa lautan itu keras, ia bisa menunjukan watak asli seseorang yang tidak pernah ditunjukannya ketika didaratan. Ketika didarat mungkin terlihat baik, paling baik mungkin. Tetapi ketika sudah dilaut? siapa yang tau? ketika didarat, banyak yang melihatnya. tapi ketika dilaut? Yang melihat sedikit orang, hanya penumpang kapal tersebut.

Lantas bagaimann untuk bisa?survive? sampai tempat tujuan? bukan lautan namanya kalau tidak ada badai didalamnya, bukan lautan namanya kalau tidak ada hewan-hewan laut pemangsa, bukan lautan namanya kalau tidak ada perompak yang siap menjarah isi kapal bahkan tidak segan-segan membunuh para awak kapal. Maka yang perlu disiapkan adalah kapal itu sendiri, Kapal yang buruk hanya akan menenggelamkan para penumpangnya. Setelah kapal? tentu saja Kapten yang handal dan paham apa yang harus dilakukan. Dan yang terakhir adalah perbekalan yang cukup, tidak perlu berlebihan, yang penting cukup. Perbekalan yang melimpah hanya akan memperlambat laju kapal dan mengundang perompak untuk naik ke kapal.

Benerkan, ujung-ujungnya jadi postingan random -_-

"maukah kau berlayar denganku?"

image credit :?http://www.baliwall.com/ship/phinisishipsilolona.jpg

?

?