Negeri Asap

Rydho Bagus
Karya Rydho Bagus Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 November 2016
Negeri Asap

Negeri Asap

Rydho Bagus Pratama1

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN

 

Ringkasan

Bencana kebakaran hutan akibat ulah manusia menyebabkan kerugian yang sangat besar dari berbagai macam aspek kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Pembakaran hutan yang disengaja itu menyebabkan rusaknya hutan-hutan tempat satwa-satwa  liar yang hidup sana, seperti Orang utan dan lain-lain. Ribuan Kubik kabut asap kini telah menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan wilayah-wilayah Indonesia timur. Bahkan bukan hanya Indonesia saja yang terkena dampak asap tersebut tetapi negara-negara tetangga ikut juga terdampak kabut asap tersebut. Perlunya tindakan nyata oleh pemerintah dalam menangulangi dan mengantisipasi bencana asap tersebut sangat penting agar negeri kita bisa bebas dari bencana kabut asap.

Kata Kunci: Kebakaran, Asap, Negeri

***

Akhir-akhir ini sering terdengar kabar tentang bencana asap yang melanda negaraku Indonesia. Sebenarnya bencana asap ini bukan yang pertama kalinya terjadi, tetapi sudah berulang kali terjadi di Indonesia khususnya di daerah Kalimantan. Kondisi bencana asap tahun ini sangat parah. Terbukti adanya ratusan titik api di beberapa wilayah Kalimantan. Hutan-hutan perlahan-lahan semakin menghilang. Pulau Kalimantan seakan menjadi pulau asap. Asap hasil ulah manusia-manusia yang serakah dan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya serta korporasinya saja, misalnya pembukaan lahan dengan cara dibakar, penebangan hutan secara ilegal dan lain-lain. Dulu pulau Kalimantan disebut-sebut sebagai paru-parunya dunia. Namun sebutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia seakan tidak pantas lagi. Hal ini dikarenakan hutan-hutan di Kalimantan yang sekarang perlahan-lahan mulai menghilang dari permukaan bumi.

Bencana asap ini sangat menggangu aktifitas perekonomian warga sekitar sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Bukan hanya pada perekonomian saja yang terganggu tetapi juga dari segi kesehatan. Selain itu, bencana asap ini juga menggangu aktifitas pendidikan. Banyak anak-anak yang terpaksa diliburkan sekolah karena asapnya dapat mempengaruhi menurunnya kualitas kesehatan mereka. Padahal beberapa hari lagi mereka harus menghadapi Ulangan Tengah Semester. Diliburkannya sekolah-sekolah tersebut bukan hanya semata dari pihak sekolah, tetapi juga mendapat arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan yaitu Bapak Anies Baswedan. Tetapi ada pula beberapa sekolah yang memilih untuk tidak meliburkan siswanya dengan alasan takut gajinya akan dipotong.

Selanjutnya sejumlah penerbangan menuju Banjarmasin dan beberapa wilayah pulau Kalimantan terpaksa dibatalkan. Bandara Samsyudinor Banjarmasin sempat lumpuh beberapa hari karena jarak pandang yang hanya dalam hitungan ratusan meter saja. Menurut BPBD Kalimantan Selatan, jarak pandang minimum mendatar hanya berkisar 700 meter saja sehingga Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dinyatakan masuk dalam kategori tidak sehat. Banyak orang yang terkana penyakit ISPA atau penyakit saluran pernafasaan sebagai akibat dari bencana asap tersebut.

Sebenarnya meluasnya kebakaran hutan ini tidak lain sebagai akibat ulah manusia itu sendiri. Terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan sebabkan oleh peraturan Gubernur atau SK Gubernur yang mengizinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi salah satu faktor utama masalah ini. Bukan hanya dibakar saja tetapi banyak pohon-pohon kecil maupun besar yang ditebang secara ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini mengakibatkan satwa-satwa yang mulai terancam dari habitatnya dan Orang utan makin lama makin musnah dari bumi Kalimantan. Terbukti dari tidak pernah lagi terlihat satwa-satwa yang asyik bermain di rumah mereka sendiri. Kondisi ini apabila direnungkan akan timbul pertanyan, apakah orang-orang yang membakar rumah mereka ini tidak punya hati dan tidak kasian pada mereka? Sebagaimana ketika rumah mereka sendiri dibakar, mereka pasti juga akan marah.

Perlunya penanganan serius dari pemerintah dalam kasus ini dirasa sangat penting sekali karena melihat luasnya kebakaran hutan yang melanda daerah-daerah di Indonesia. Kebakaran hutan ini meluas hingga daerah-daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan wilayah-wilayah Indonesia timur. Adanya bencana asap ini menjadikan hubungan Indonesia dengan negara tetangga menjadi renggang karena ikut menghirup asap gratis dari Indonesia. Bencana asap ini sebenarnya sudah di masukan dalam kategori bencana nasional karena cakupannya yang luas hingga sebagian besar wilayah Indonesia, tetapi kenapa pemerintah tidak mau bilang bila bencana ini bencana nasional. Apakah karena faktor ekonomi atau takut jika korporasi-korporasi yang teridikasi menjadi dalang dibalik pembakaran lahan itu akan memutuskan hubungan kerjasama dengan Indonesia?. Itu masih menjadi misteri.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kenyataannya bangsa kita masih dijajah oleh orang asing. Bukan dijajah secara fisik namun penjajahan dengan model yang lain. Kaum Kapitalis mulai berkuasa penuh di Indonesia. Mendirikan korporasi-korporasi dan mengeksploitasi Indonesia dari segala aspek. Asvi Warman Adam (seorang sejarawan dan peneliti dari LIPI) berpendapat bahwa saat ini yang bahaya bukan lagi Komunisme tetapi Kapitasime. Kapitalisme yang mulai berkembang dan mempengaruhi birokrat-birokrat pemerintahan serta melindungi para pemilik modal asing sehingga akan berdampak buruk bagi indonesia. Salah satunya bencana asap sebagai salah satu ulah yang tidak bertanggung jawab hasil tetasan dari Kapitalisme.

Pemerintah sebenarnya sudah melakukan berbagai macam solusi untuk menagulangi bencana asap ini salah satunya dengan membuat sungai-sungai kecil di sekitar daerah yang  terbakar, namun demikian apakah hanya cukup dengan menangulangi saja dan tidak mengantisipasinya?. Sebaiknya pemerintah mengantisipasinya juga dengan cara menangkap semua pelaku pembakaran hutan, menghapuskan peraturan Gubernur yang mengizinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar dan lain-lain.

Harapan kami sebagai orang Indonesia adalah, yang pertama kami ingin supaya bencana asap ini cepat ditangulangi dan diantisipasi untuk kedepannya agar tidak terulang lagi, yang kedua kami ingin agar pemerintah siap dan tanggap dalam segala bencana yang menimpa Indonesia, dan yang ketiga kami berharap agar semua kasus pembukaan lahan ilegal, pembakaran hutan dan lain-lain segera di tangkap pelakunya. Kita atau kami sebagai mahasiswa dalam kasus kebakaran hutan ini jangan hanya menonton, menkritisi dan lain sebagainya yang tidak melakukan tindakan nyata dilapangan. Mahasiswa sebagai agent of change harus memberikan solusi kepada pemerintah dengan cara berdialog dengan pemerintah dan dengan berdialog tersebut diharapkan dapat memecahkan masalah kebakaran hutan ini atau aksi bersama turun kejalan menuntut agar kasus bencana asap ini segera ditangulangi serta diantisipasi kedepannya.

Berdasarkan penjabaran-penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kebakaran hutan akibat ulah manusia menyebabkan kabut asap yang sangat merugikan seperti merusak lingkungan, membahayakan kesehatan, membunuh satwa-satwa liar dan mematikan laju roda perekonomian. Maka dari itu, harus ada tindakan nyata untuk menangulangi dan mengantisipasi masalah ini agar negeri kita bisa bebas dari bencana kabut asap ini.

 

Sumber: Tulisan ini dilombakan di "Lomba Esai HMFPMIPA IKIP PGRI MADIUN dengan Tema CARUT MARUT INDONESIA-KU" pada 20 November 2015.

  • view 172