Kehilangan

RYAR ---
Karya RYAR --- Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Mei 2017
Kehilangan

Suatu saat, apa yang ada di tangan akan pergi dari genggaman. Tak selamanya ia berada di tangan. Barangkali bukan karena ia sudah tak lagi merasa nyaman, tapi, karena tetap tinggal tak lagi diperkenankan. Dan, kita pun akan merasa kehilangan. Setiap saat kita memang akan terus kehilangan.

Senyum seseorang yang menghangatkanmu di pagi yang dingin, lama-lama akan hilang ditelan waktu. Dan kau akan merasa begitu sedih pada saat itu. Tak lagi kau temui siluet tubuhnya. Tak lagi mampu kau tangkap senyum hangat yang ia lempar.

Kau akan merasa begitu terpukul. Sebab, ia yang berada di sisi, pergi begitu saja tanpa permisi. Tanpa lambaian tangan. Tanpa sepatah kata. Perpisahan yang memilukan

Kemudian, rasa sedih yang menghujam tajam membuatmu jatuh tersungkur. Dan kedua matamu dipaksa untuk mengucurkan air begitu deras. Kau menangis tersedu-sedu. Sampai dadamu sesak. Sampai kau terbatuk-batuk, kesulitan bernapas.

Alangkah malangnya, seseorang yang ditinggalkan pergi. Tak adanya sosok yang biasa menemanimu, kini membuatmu merasa begitu kehilangan. Dan, kehilangan, selalu membawa rasa sesak yang tak bisa dijelaskan.

Namun, percuma saja. Sekalipun kamu menangis tiada henti, yang telah pergi takkan kembali lagi. Ia sudah hilang dari pandangan. Yang tersisa hanya... dirimu dan sepi. Yang tersisa hanya... dirimu dan kenangan tentangnya.

Dan, kemurunganmu yang terus-terusan membuatmu lupa—dari dulu kamu memang pelupa. Yang kamu ingat hanyalah kehilangan-kehilanganmu yang hadir tiada henti. Sampai kamu lupa, setiap saat, kita tak hanya kehilangan sesuatu, tapi kita juga menemukan sesuatu yang baru.

Selalu ada reda setelah hujan

Selalu ada pagi setelah malam

Selalu ada semi setelah kemarau

Dan, selalu ada yang datang, setelah ada yang pergi meninggalkan.

Yang hilang barangkali takkan kembali. Tapi, ia selalu mampu terganti.

Akan selalu ada orang baru yang hadir menemuimu, saat orang yang selama ini kaugenggam tak mampu lagi kaudekap. Hanya saja, kau memang perlu membuka ruang untuknya agar ia bisa masuk. Kau butuh beradaptasi, karena banyak hal yang berubah.

Dan, kau perlu membuka mata lebar-lebar. Agar kau mengerti saat kau kehilangan. Bahwa kehilangan, hanya sebuah jalan untuk mendapatkan hal yang baru.

  • view 45