Pernahkah Kau Melihatku

RYAR ---
Karya RYAR --- Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Januari 2017
Pernahkah Kau Melihatku

Pernahkah kau melihatku walau sekali?

Bahwa di sini, ada lelaki yang selalu menunggu terbitnya senyummu. Bahwa di sini, ada tangan yang ingin sekali kau genggam. Bahwa di sini, ada pundak yang setia menunggu untuk kau sandari.

Sebenarnya, apa aku di matamu? Pertanyaan yang selalu muncul ketika siluet tubuhmu nampak menghindariku. Teriring dengan matamu yang seperti enggan menatap, aku seketika itu merasa menjadi lelaki paling nelangsa di dunia. Ah, tatapan itu, apa maksudnya? Benar-benar tak kumengerti.

Aku sebenarnya ingin menjadi pelabuhan bagi hatimu yang terus berlayar. Kemarilah, aku akan menjaganya. Takkan kubiarkan ia pergi ke mana-mana lagi. Di sini, ia aman.

Tapi, adakah kau melihatku sebagai tempat yang layak untuk hatimu berlabuh?

Entahlah. Semuanya kelabu, seperti embun tebal yang menyelimuti pagi hari, membuat kita tak bisa melihat apa-apa lagi kecuali embun itu sendiri.

Aku hanya ingin kau tahu, bahwa di sini, ada lelaki yang rela melakukan apapun agar kau tersenyum. Bahkan, jika kau menyuruhku pergi—permintaan terpahit yang akan tetap kulakukan.


 

  • view 86