Hujan

RYAR ---
Karya RYAR --- Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Januari 2017
Hujan

Aku selalu suka saat hujan turun. Asal bukan hujan badai, hujan bagiku selalu menyenangkan. Entah suara gemercik airnya, atau bau tanah yang basah, atau langit yang terlihat lebih gelap, semuanya aku suka.

Tapi aneh, orang-orang malah banyak yang takut jika langit mendung. Terlihat sendu, katanya. Jika hujan turun, itu gambaran langit yang menangis. Ah, siapa bilang?

Kali ini aku setuju dengan Ahimsa, bahwa hujan yang turun bukan berarti sendu. Tak ada yang mengerti ungkapan langit, kan? Semuanya hanya perkiraan. Dan Bisa saja, hujan malah bentuk cinta, bukan tangis. Dan cinta, seharusnya membahagiakan.

Aku lebih senang untuk menganggap bahwa hujan adalah bentuk cinta. Cinta dari langit kepada bumi. Yang darinya, menjadikan tanah-tanah gersang menjadi subur, dan pepohonan tumbuh makmur. Dan selain itu, karena hujan berarti rahmat Tuhan, ada berkah di dalamnya. Jadi, tentu ada cinta Tuhan di setiap tetesan hujan.

Maka, tak usah bersedih jika hujan turun. Berpikir saja, ini bentuk cinta dari langit—dan tentu Tuhan—kepada bumi. Dan berdoalah, karena ini waktu yang mustajab. Aku juga selalu berdoa jika hujan turun. Tak lupa, mendoakanmu juga.

 

  • view 81