Nobita dan Shizuka

RYAR ---
Karya RYAR --- Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Januari 2017
Nobita dan Shizuka

Apakah aku pantas untukmu? Pertanyaan yang terus terlontar di bibirku hingga kelu. Dan aku tahu, ada yang lebih pantas untukmu dibanding denganku. Membuatku seperti berada di ruang kedap udara : SESAK.

Kini aku paham perasaan Nobita ketika ia ingin menyerah mendapatkan Shizuka. Baginya kala itu, ada lelaki yang lebih baik untuk Shizuka ketimbang dirinya, seperti Dikisugi. Anak berkaca-mata itu mengatakan pada Doraemon dengan terisak, “yang lebih penting Shizuka bahagia.” Ia lalu lari meratapi dirinya yang menyedihkan.

Tapi, barangkali benar apa yang dikatakan Tasaro GK :

“... mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang kau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya.”

Ya, Nobita juga tak sanggup benar-benar meninggalkan Shizuka. Nyatanya, meski telah melempar handuk untuk menyerah, Sahabat Doraemon itu masih bertahan dengan segala keterbatasannya. Bahkan menginjak dewasa, setelah mengumpulkan segala kebraniannya, ia akhirnya melamar Shizuka, meski ia tahu, ia belum lebih baik daripada Dikisugi. Dan mengejutkan, Shizuka hanya mengatakan iya. Ia menerima Nobita sebagai sosok yang akan menemaninya hingga menua.

Kurasa, setiap lelaki perlu belajar dari Nobita. Di atas segala keraguan, ia tetap maju memperjuangkan cintanya. Dan setiap perempuan, perlu belajar dari Shizuka. Bahwa menerima, tidak harus kepada ia yang sempurna, asal ia adalah orang yang baik, cukuplah.

Aku pun akan belajar dari Nobita. Dan kuharap, kau mau belajar dari Shizuka.

Jadi aku maju, dan kau menerimaku. Sesederhana itu.

  • view 331