Pemalu

RYAR ---
Karya RYAR --- Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Januari 2017
Pemalu

Cinta dua orang pemalu adalah sebuah tragedi : bencana yang seharusnya tak terjadi. Dan kita adalah dua orang pemalu itu. Yang sudah tahu perasaan masing-masing, tapi tetap membisu jika bertemu.

Kita sama-sama diam. Ada canggung yang tak terkira. Membuat kita tak bisa bicara. Seolah kehilangan suara.

Hening. Senyap. Hingga aku dapat mendengar detak jantungmu yang begitu keras. Dan barangkali kau juga mendengar detak jantungku dengan kecepatan serupa.

Diam-diam, aku mencoba melirikmu. Lalu akan menghindar jika kau menatapku. Aku takut ketahuan. Dan dengan kondisi hampir sama, kau melirikku. Tapi langsung mengalihkan pandangan saat kupergoki.

Kita sama-sama ingin sekali menatap, tapi tak pernah kuat bersitatap. Muka kita jadi merah padam saat mataku dan matamu saling temu. Lalu buru-buru membuang muka, pura-pura tak saling melihat. Tapi kemudian, tersenyum sendiri.

Ini membingungkan. Saat kita dekat, kita tak kuat. Tapi jika jauh, kita mengeluh. Terpisah membuat kita saling rindu. Namun pertemuan selalu kita hindarkan.

Aku berkata, “Aku suka kamu.” Kamu merespon, “Aku juga.” Tapi sama-sama hanya dalam desisan hati. Perbincangan seakan menjadi hal luar-biasa yang bisa kita lakukan. Dan kita sulit melakukannya. Meski sekadar perbincangan biasa.

Entah bagaimana nantinya kita bisa menautkan rasa. Sepertinya, aku yang harus memulainya.

 

  • view 47