Bagian 1- Pandangan Pertama

Ryan Hamim
Karya Ryan Hamim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Agustus 2016
This Is Love

This Is Love


ini tentang karikatur hati, hampir se per empat manusia di dunia pernah berjalan diatasnya. ini Cinta, se ekor makhluk fatamorgana terdahsyat yang bisa menyerang siapa saja

Kategori Cerita Pendek

933 Hak Cipta Terlindungi
Bagian 1- Pandangan Pertama

Jakarta, 5 tahun yang lalu pada saat itu aku adalah mahasiswa tingkat 2 semester 3 disalah satu perguruan tinggi ibu kota Jakarta, bagiku masa-masa kuliah adalah masa-masa yang penuh dengan pengalaman, disitu aku bisa merasakan senang, bahagia, sedih, galau kata anak-anak gaul, apa pun itu rasanya aku tetap hanyalah seseorang yg sedang mengejar mimpi untuk masa depan. Oh ya sebelum itu perkenalkan namaku Agam Fairuz, kata ayah namaku berarti seseorang yang kuat bagaikan permata. semoga doanya terwujud hehe temen-temen akrab menyapaku Agam. Aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Selama kuliah aku aktif disalah satu organisasi di kampus, dan dari sinilah ceritanya akan kumulai.

Hari-hari penerimaan mahasiswa baru di kampusku pun kini sudah dilakukan dan tibalah saatnya mahasiswa dan mahasiswi baru itu mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan kampus atau biasa nama kerennya ospek. Aku pun ikut ambil bagian dalam rangkaian acara tersebut, hari pertama semua mahasiswa dan mahasiswi berdatangan dan siap untuk menerima materi dari beberapa petinggi-petinggi kampus. Aku yang saat itu bertugas untuk mengamankan selama kegiatan berlangsung melakukan tugasku dengan penuh senyuman,hehe..senyum nya dengan ikhlas loh, bukan pura-pura apalagi terpaksa..wkwk, Stop...haha. Jam pun bergerak pasti, tak terasa hari pertama ospek pun selesai dan sekarang saat nya aku bertugas mengantarkan semua mahasiswa dan mahasiswi pulang kembali dengan aman sampai keluar gerbang kampus. "Ayoo cepat.." kataku kepada semua mahasiwa dan mahasiswi baru yang akan pulang menaiki lift, "iya kak, iya kak" dengan kesan santun mereka menjawabnya entah karena takut dengan mukaku yang sangar ini, hehe atau karena akting mereka saja yang berpura-pura takut maklum anak baru mesti nurut,wkwkw… Namun disaat pintu lift akan menutup dan turun, terdengar suara sayup-sayup dari seorang wanita yang ternyata rupanya dia habis dari toilet hingga terlambat, "tunggu..tunggu…", seketika entah kenapa tangan kananku langsung memencet tombol yang ada di lift tersebut agar tidak tertutup. Dengan gerakan slow motion wanita itu pun berhasil masuk kedalam lift, disaat itulah mata ini seperti berbinar-binar melihat seorang malaikat yang baru turun dari langit dengan diiringi lagu afgan “ehm terima kasih cinta, untuk segaalaaaaaa………..jjreeeettt” "kak kak..ayoo turun", kata seorang di dalam lift mengagetkan ku. Oh iya-iya dengan tampang cooll aku pun bersikap dingin sedikit 'salting'.

Sampailah lift di lantai bawah, entah kenapa dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi yang turun pandanganku hanya tertuju di satu arah pada wanita yang tadi telat masuk lift itu. Hehe, instingku sebagai seorang laki-laki sejati mulai aktif seperti tombol bom yang siap meledak, aku ikuti wanita ini yang akupun juga belum tahu siapa namanya. Di dalam perjalanan ku sapa dia.. “haii pulang kemana” dengan nada singkat , “kebekasi kak..” katanya. “mm bekasi, naik apa?” Tanya ku kembali. “naik bis” “..ooohh..” seakan-akan otak sama bibir ini lagi kena struk ga bisa lagi berkata-kata aku pun terdiam. Diakhir perjalanan, aku bilang ke dia. “ya sudah hati-hati ya kalau gitu,sampai ketemu besok..” kemudian dia pun berlalu. 3 hari berlalu masa-masa ospek selesai, singkat cerita akhirnya kami pun kembali belajar menikmati masuk kuliah aktif di kampus. Tapi satu yang masih menjadi pikiranku, siapakah gerangan malaikat yang mampu membuat hati ini cenat-cenut ??.

  • view 270