ABAIKAN RASA!

Ryandz
Karya Ryandz  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 April 2016
ABAIKAN RASA!

Tak seperti apa yang pernah Ku lakukan, Aku hanya tersusun dalam satu dari jutaan bagian, tentang sebuah rasa yang terabaikan, Aku hanyalah seseorang yang gagal menaklukan harapan.

Ketika Aku harus pergi meninggalkan cahaya, Aku menyusuri kegelapan yang tak pernah Ku dapatkan sebelumnya, Aku menjauh, Melangkah, dan mengabaikan rasa yang Ku punya. Dengan sepasang mata dan juga sepasang kaki, Aku melihat langit diatas dan Ku tapaki tanah dibawah. Jika Aku dapat menjelajahi ke atas menumbus awan, berada diantara langit kelabu, Aku akan memahami susunan galaksi lalu jabarkan ribuan bintang.

Aku sering kali bertanya pada diri sendiri ;

 "Apakah hanya Aku yang merasa terabaikan?"

Manusia berusaha memahami alam semesta ini dari zaman dahulu bahkan sampai sekarang. Pada jaman kejayaan Yunani, orang percaya bahwa Bumi merupakan pusat dari alam semesta ini ( Geosentrisme ). Namun, berkat pengamatan dan pemikiran yang lebih tajam, pandangan itu berubah sejak Zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus menjadi Heliosentrik, yaitu matahari menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lain.

Oleh sebab itu, Aku pahami bahwa hanya Akan ada satu diantara ribuan bahkan jutaan perjuangan yang sangat berarti penting.

Aku tuangkan rasaku, Aku menyatukanya dengan pemahaman sekitar, Aku mencintaimu dari jauh, seperti sebuah teori alam semesta, bahwa semua ini akan tetap seperti sebelumya, rasaku untuk mencintaimu akan dalam keadaan sama meskipun selalu bergerak dan saling menjauhi satu sama lainya.

Aku menyamakan dalam teori ini ;

 

Teori Keadaan Tetap (Steady–state Theory)

Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, herman bondi, thomas Gold ( 1948 ). Teori ini berdasarkan prinsip osmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta, dimana pun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebutlah alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu dimasa yang telah lalu sampai sekarang. Segala sesuatu di alam semesta ini selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan, bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama.Dengan kata lain bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk, tumbuh, menjadi tua, dan akhirnya mati, jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya ( Tanpa awal dan tanpa akhir ).

 

Pada intinya, Aku selalu memahami sekitar, karena Aku mencintaimu dalam pemahaman.

Meskipun Aku tau apa yang Kau rasakan tak sama, untuk itu biarkan semuanya terabaikan, jika harus mati biarkan rasa itu mati, dan jika masih bisa bertahan, biarkan rasa ini tetap tumbuh dan hidup dihati.

Entah seperti apa lagi Aku harus menjelaskanya kepadamu, lewat serangkaian kata, damai atas lantunan lagu, menikmati dentuman melodi, menringkas banyak arti dan apapun itu, Aku selalu menikmati prosesnya.

 

Aku mencintaimu dalam pemahaman,

Jabarkan satu dari jutaan harapan,

Aku adalah pohon tanpa dedaunan,

Terlihat kering kerontang tanpa sentuhan,

Cinta ini akan Ku biarkan terabaikan,

Karena Aku paham semuanya tak bisa dipaksakan.

 

Sejauh mungkin Aku akan pergi untuk mengabaikan rasa ini, Akan Ku biarkan ia mati. Aku hanya berharap jika suatu saat nanti Kau menerima rasa ini, Jagalah sepenuh hati, dan biarkan semua hidup kembali.