Jika

Ryandz
Karya Ryandz  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 April 2016
Jika

Kita adalah serangkaian molekul senyawa, meski tak terucapkan, namun saling membutuhkan,

Kita adalah sebuah partikel hydrogen, tumbuh secara perlahan, menyempurnakan sejumlah unsur dalam reaksi plasma dan menjadi bintang,

Itulah kita,

Selalu tersusun sempurna,

Seperti hydrokarbon di antara metana.

 

Inilah rasa di antara perjalanan, di mana Aku tumbuh dari serbuk-serbuk terpendam yang tak pernah muncul ke permukaan.

Aku berusaha untuk bertahan, melewati setiap rintangan demi rintangan, dan berdiri di antara keburukan atau kebaikan. Semuanya tetap Ku lakukan dengan ketulusan, agar Aku mampu merangkai satu harapan diantara jutaan harapan. 

Aku menari di atas bebatuan yang terdiam, Aku melompat menikmati setiap harapan. Aku terlepas di bawah langit kelabu, merangkum setiap suara antara pilar-pilar bambu.

Inilah Aku, 

Aku tertidur saat malam, di mana langit yang semula biru berubah menjadi hitam, Aku berbaring dengan susunan puisi yang padam, menulis kisah kelam atas reaksi cinta diatas percampuran logam yang menyatukan besi dan asam.

Aku merubah semuanya menjadi satu bagian, mendeskripsikan asam dalam tujuan. 

Saat pagi menyapa, Kau memaksaku untuk terbangun dari mimpi buruk-ku dan merubahnya dengan cinta, Kau muncul di hadapanku, dengan raut wajah yang tak pernah akan ku lupa, dari sepenggal rasa yang bermakna. Meskipun itu hanya sebuah bayangan yang tidak nampak nyata, akan tetapi Kau selalu ada, didalam jiwa, disamping raga. Aku selalu menikmati prosesnya, dimana Aku menemukan rasa kecewa tercampur dengan rasa percaya.

Jauh sebelum Kau tau,

Sebenarnya, Aku tak akan memaksamu untuk tetap tinggal disini, namun Aku ingin Kau tetap memahami, bagaimana jika bunga mawar tumbuh dengan batang tanpa duri?

Begitulah,

Aku hanyalah seserorang yang mencoba untuk memberikan penawar racun, disaat Kau merasa telah mati, disaat Kau ingin menyerah dalam hal apapun, Aku akan selalu rela hadir untuk menjadi sesuatu yang membuatmu hidup kembali, untuk selalu menyemangati.

Aku tulus melakukanya, tanpa mengharap timbal balik rasa.

Kau tau, Aku selalu menyayangimu, Kau telah menyatu dalam kehidupanku. Jika Aku harus merasa tiada saat Kau telah tumbuh dan bahagia. Disaat itulah Aku adalah seseorang yang berhasil, karena Aku telah menyelesaikan misiku, dimana Aku telah melihatmu tersenyum bahagia meski dengan pilihanmu.

Ya, setidaknya Aku telah mencoba untuk selalu ada, untuk selalu hadir disetiap harinya.

 

Aku dan Kau adalah reaksi cahaya didalam proses fotosintesis,

Dimana Chlamydomonas reinhardti dan cyanobacteria memiliki tahap kedua, yaitu reaksi gelap,

Aku dan Kau adalah reaksi cahaya diantara proses fotosintesis,

Dimana proton dan elektron direduksi menjadi gas H2 oleh hidrogenase tertentu di kloroplasnya.

 

Mungkin begitulah Aku mencintaimu, Dan Kau sebagai sesuatu yang utuh disini.

 

Aku senang karena Aku mengenalmu, Aku berada didekatmu, dan Kau berada didekatku. Itu sudah lebih dari sekedar cukup. Ditambah lagi, Kita memang saling peduli, Kita saling menyayangi. Aku selalu menikmati prosesnya, Aku berharap Kita akan tetap seperti ini seterusnya. Semoga Kita selalu bisa menyelesaikan setiap masalah secara baik-baik, karena Aku tak mau kehilanganmu.

Kau akan selalu Ku genggam, meskipun Kau belum menggenggamku. Aku akan selalu lakukan apapun untuk kebahagiaanmu, sampai Kau memilih akan menggenggamku atau melepaskan genggamanku.

 

Teman sejati adalah teman yang tulus menyayangimu,

Mencintai tanpa melihat keburukanmu,

Teman sejati adalah teman yang menerima kekurangan,

Mendampingi tanpa suatu alasan,

Teman sejati adalah teman yang setia,

Selalu ada saat Kau membutuhkanya,

 

Itulah teman sejati,

Itulah teman sehati,

Teman hidup,

Yang tak akan pernah redup.

 

Tujuanku adalah ; Menemanimu, Berusaha membuatmu tersenyum, Menjadi punggung untuk merasakan bebanmu, Menjadi pundak untuk tempat bersandarmu, Mendampingimu untuk dapatkan apa yang menjadi tujuan akhir dalam harapanmu, dan Melihat kebahagiaanmu.

 

Tanpa Cinta, 

Kau akan merasa tiada meskipun Cinta bukanlah hal utama,

Karena,

Hati selalu memerlukan rasa untuk raih apa yang Kau minta.

 

Kini Aku akan mengerti, dan memahami apa yang Kau inginkan.

Jika Kau menganggap kegelapan tak pernah hadirkan sesuatu yang bercahaya, Kau salah. Karena rasa ini tumbuh secara sempurna didalamnya.

Biarkan semua mengalir seiring waktu yang berputar.

Jika waktu berdetak dan tak memiliki arti disetiap incinya, Maka akan Ku artikan sendiri bagaimana caraku mencintaimu, dan Kau akan mengerti.

 

Di akhir naskah, Aku hanya ingin tahu, apakah saat ini ataupun suatu saat nanti Kau mencintaiku? Jika tidak, dan sampai nanti tetap tidak, mungkin semuanya akan menjadi sebuah cerita, bahwa setidaknya Aku telah berusaha dan akan tetap ada.


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    diantara => di antara
    dimana => di mana
    dihadapanku => di hadapanku
    ...

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    Berkunjung pertama,
    wah ilmu metafisika apa kimia ya yang dalam balutan puisi yang pas dengan racikannya.
    btw salam kenal ya jangan lupa follow dan berkunjung sejenak...
    satu lagi perhatikan penulisan bahasanya ya kalau gak mau kena tilang polisi bahasa hihihi...

    • Lihat 4 Respon