Wanita Bagai Teh Celup

Pena Usang
Karya Pena Usang Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Februari 2016
Wanita Bagai Teh Celup

Wanita, saya suka sekali membahas tentang wanita. Jika saja ada kamus untuk menerjemahkan tentang kepribadian wanita, mungkin kamus itu akan laris dan terjual hingga penjual itu akan kaya hanya karena menjual kamus kepribadian wanita. He he he...?

Wanita, memang sulit untuk ditebak bahkan untuk dimengerti. ?Ia selalu menghadirkan kejutan-kejutan baru untuk orang-orang di sekeliling nya. Sulit sekali diterka dan dibaca. Jangan sekali-kali kalian berani mengatakan bahwa, "aku tahu segalanya tentang kamu!" karena wanita itu sendiri saja terkadang tidak mengerti tentang dirinya sendiri.?

Banyak sekali dijumpai suatu hal yang diperumpamakan dengan wanita. Salah satunya yang sering kita dengar adalah, ?dunia ?itu bak perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita solehah.

Wanita bak gelas kaca, ia mudah menaruh harapan dan ketika harapan itu tak sampai, ia akan jatuh dan retak , ketika ia sudah retak sulit sekali untuk merawat dan mengembalikan dengan sempurna.

Wanita seperti belut, ?meski telah kau kenali liku lekuk tubuhnya, sukmanya selalu luput dari genggaman. Itu kutipan sajak alm W.S ?Rendra. Tahu kan siapa beliau? Beliau adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Karyanya juga luar biasa, sempatin waktu nge-google ya?!?

Dalam bahasa jawa wanita berasal dari kata "wani" dan "ta". Wani yang artinya berani, dan ta berarti menderita. Wanita adalah sesosok yang berani untuk menderita. Ia tidak takut atas ujian dan cobaan yang membuatnya menderita secara bertubi-tubi.?

Nah, kali ini saya akan membahas jika wanita itu dapat pula di ibaratkan seperti teh celup, semakin dicelup ia akan terasa pahit dan hambar. Coba kita praktik kan, ?ambilah satu teh celup lalu celupkan pada air panas yang ada dalam gelas , lalu apa yang akan terjadi? Teh itu akan berubah warna, ?yang sebelumnya air itu berwarna putih pucat ia akan berwarna coklat kemerahan, ?atau hijau kecoklatan dan menyebarkan aroma wangi sepanjang kepulan uap yang ia timbulkan dari uapan air panas dalam gelas.

Seperti halnya wanita, ?ia akan menyebarkan aroma kebaikan, keindahan, kenyamanan, serta rasa aman kepada orang-orang di sekeliling nya, apabila ia dalam ketenangan, dan kesejahteraan.?

Namun semakin dicelup kan pada air panas ?teh akan semakin terasa pahit. Semakin diberi cobaan bertubi-tubi , semakin disakiti, wanita akan sampai pada satu titik jenuh, ?dimana tidak lagi keindahan dan kehangatan yang ia suguhkan, namun sebaliknya. Sifat dingin serta keras berperingai buruk, ?seburuk pahitnya teh yang tercelup pada air panas yang terlalu lama.?

Wanita memang lah sesosok yang sangat istimewa, dan perlu dicelupkan pada air panas untuk mengetahui seberapa kuat power yang ia miliki. Namun, berhati-hatilah dalam menguji cobanya, jika salah dalam mengujinya maka bukan kebaikan yang datang sebaliknya sifat buruknya yang akan menyerang.

Mereka tidak akan pernah tahu, ?seberapa kuat mereka akan bertahan di dalam larutan air panas pada gelas.

Pada akhirnya, ?teh akan dibuang ketika sudah hambar dan pahit.

Seperti itu wanita, ia akan ditinggalkan oleh pasangannya ketik mereka merasa wanita itu sudah hambar dan tidak begitu dibutuhkan. Namun, teh yang hambar pun mempunyai banyak manfaat untuk mereka yang tahu dan mengerti manfaat dari teh sesungguhnya.

Bisa digunakan sebagai perawatan wajah, digunakan untuk masker wajah dan menghilangkan mata panda pada kantong mata akibat kelelahan, bisa juga direbus untuk campuran saat merebus telur agar mempunyai aroma wangi dan sedap.

Begitu pula wanita, hanya orang-orang bodoh yang meninggal kan wanita yang setia kepadanya hanya untuk mencari wanita yang lebih dari wanita sebelumnya. Dan sayangnya, mereka terlambat ?untuk menyadari dan mengetahui akan manfaat, kegunaan serta ?pentingnya 'teh' celup yang sudah hambar dan pahit tersebut.

?