Untukmu (lelaki) yang sedang jatuh cinta

S Suryana
Karya S Suryana Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 Januari 2017
Untukmu (lelaki) yang sedang jatuh cinta

Ah, entah berapa banyak tulisan dan kutipan yang tergores tersebab cinta. Perasaan yang melintas di setiap hati manusia, tua muda, kaya papa, tanpa terkecuali. Bahkan terkisah kalau hidup tanpanya bagai taman tak berbunga. Sekilas mungkin benar, tapi entahlah, apalah nama perasaan yang muncul berbentuk kekaguman disertai ingin memiliki ini ? Cinta kah ? Atau lainnya ? Kalau ianya benar cinta, haruskah menyatakan di depannya ? Dia yang dicinta.  Apa yang harus dilakukan dengan perasaan ini, kalau ianya benar disebut cinta ? Mengumbarnya atau didiamkan saja ?.

 

Untukmu (lelaki) yang sedang dilanda virus merah jambu, saat ianya datang menghampiri, yang kau sebut cinta. Mungkin, bisa jadi hanya sekedar melintas tidak menetap. Kalaupun benar memiliki rasa cinta, maka pastikan ia bermuara dengan cara yang tepat. Setidaknya, pikirkan dengan bijak apa yang akan dilakukan terhadapnya. Jangan sampai apa yang kamu anggap cinta menjadi duri nan menancap dalam di hati seseorang hanya karena salah mengelola rasa.

 

Untukmu (lelaki) yang sedang jatuh cinta, dari seorang hawa yang mengabarkan betapa pilihan yang kau buat akan berdampak pada hidupnya, terlebih hatinya. Saat ianya datang, maka pikirkanlah terlebih dulu beberapa hal sebelum melangkah lebih jauh.

a. Apa yang kamu simpan di ruang hatinya ?

Kitalah yang paling bertanggung jawab atas kesan yang akan menetap di ruang hati seseorang. Memang mengumbar perasaan dengan harapan dia tahu, di saat itulah sesungguhnya kita sedang memulai menyimpan satu kesan, entah apapun itu. Kalau memang benar cinta, maka pastikan kamu menyimpan kesan cinta tanpa ada bumbu ketersakitan yang teramat sangat di hatinya. Tapi kalaulah sekiranya hanya datang untuk menyakiti, lebih baik kamu simpan saja sendiri sampai waktu benar menjawab ; apakah rasa itu semakin memudar atau semakin membesar.

b. Hanya sekedarnya atau selamanya ?

Ya, kadang kita merasa bahwa rasa ini akan selamanya bertahan dan selalu memiliki akhir bahagia padahal tidak. Pikirkan lagi, barangkali rasamu hanyalah kekaguman dan euphoria semata atas semua kelebihannya selama ini. Jangan mengumbar kata, modus dusta, toh kalian pun pasti tak akan mau dijadikan yang sementara bukan ? Kalau hanya ingin menjalin ikatan semu dengan menghabiskan rasa yang ada, maka lebih baik tahan saja.  Biarkan rasamu hanya bermuara kepada Sang Pemilik Rasa. Kalau memang ia untukmu, toh langit akan memberi daya tarik yang tak bisa kau tolak.

c. Berjanji sebanyak buih

Ah, beribu janji bagai buih. Berjanji akan setia, sayang dan lainnya hanya akan membuktikan betapa kau tak akan memenuhinya satupun. Kami para hawa sadar, lelaki dengan sesumbar janji seharum mawar adalah lelaki yang tak bisa dipegang kata – katanya dan tak lebih dari pembohong besar. Untukmu (lelaki ) yang sedan g jatuh cinta, hindarilah berjanji beribu buih karena kami nyatanya tak akan pernah mau memilih kalian.

d. Walau berniat menikahinya,

Kalaulah benar, sekalipun benar kalian memendam hasrat padanya. Dan itu cinta. Jangan pernah sekalipun mendapatkan dengan jalan yang tidak disukai Pemilik Rasa. Menjalin ikatan tidak halal hanya karena kau berniat menjadikannya yang terakhir adalah keputusan yang tidak dibenarkan. Cinta itu menjaga, bukannya mendorongmu berbuat hal yang tidak pantas dengan pembenaran rasa cinta. Takdir hidup bisa sangat berubah, pun hati. Siapalah yang tahu,  sekarang kau menjalin ikatan tak halal dengannya tapi esok kau menikah dengan selainnya ?

Ingatlah, Kalian sedang berhadapan dengan insan yang akan sakit kalau dilukai, bukannya tembok yang akan diam sesaat kalian pergi hidup tenang setelah menyakiti.

e. Pada akhirnya, kepastian yang utama

Laki – laki itu bisa dipegang dalam 2 hal ; kata – kata dan tanggungjawabnya, namun nyatanya sekarang begitu banyak yang tak bisa kami pegang dari setiap yang datang dengan berjuta janji dan angan – angan. Dan pada akhirnya, kepastianlah yang kami pilih. Ya, kepastian. Kepastian dalam wujud mendatangi orang yang paling berhak dalam hidup kami dan meminta izinnya untuk menjadikan kami sebagai tanggung jawabmu.  Pada akhirnya, itu yang lelaki yang akan kami titipkan dunia akhirat padanya. Dan untukmu (lelaki ) yang sedang jatuh cinta, jika tak bisa memberi kepastian, jika datang hanya untuk menyakiti, jika berjanji namun tak ada yang ditepati, jika berniat menikahi namun nyatanya pergi memaling diri, jika sesumbar setia namun nyatanya pendusta, mengamankan diri dari fitnah lebih mulia daripada mengumbar hasrat walaupun itu fitrah.

 

  • view 97