Menjaga Luka

S Suryana
Karya S Suryana Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Januari 2017
Menjaga Luka

"Tidak pernah ada orang yang ingin terluka. Tapi, selalu ada orang-orang yang menjaga luka dan tidak ingin sembuh darinya." (Nurma Sawiyya)

Berapa kali kita menyakiti orang lain ? Sulit dihitung jari.
Perbedaan sudut pandang, cara berpikir, kebiasaan, bahkan tone bicara, bisa jadi hal yang menyakitkan. Sudah pasti. Dalam hidup, berkali - kali kita menyakiti. Pun disakiti. Benar kan ?

Ada luka yang itu mudah mengering dan terlupa. Tidak menyentuh organ penting.
Ada juga luka bernanah bahkan melumpuhkan.

Anehnya, kadang kita tidak mau sembuh dari luka itu. Mengulang setiap inci detail luka tersebut, sehingga bahkan ketika hampir sembuh pun, sakitnya masih sama. Seolah luka itu baru. :)

Masochis. Itu istilah orang yang mendapatkan kesenangan atau 'menikmati' luka. Dan ini menghalangi kita untuk bahagia. Kita sadar kita sakit, kita terluka, tapi kita tidak mau memaafkan. Berlama-lama menyalahkan, menikmati drama betapa jahatnya orang itu, betapa tidak adilnya dunia, betapa kita sungguh menderita.

Then what ?

It's tiring, baby. Saya bilang sekali lagi, itu melelahkan. Dan orang yang lelah mudah mengekuh, sulit bersyukur, sulit bahagia. Padahal, Allah memberi kita kesempatan sama untuk bahagia.

So let go. Maafkan. Dan berbahagialah. Sebab kita pantas bahagia. Sebab nikmatNya selalulebih besar daripada kesulitan kita. Sebab bersyukur adalah 'cara mudah' untuk bahagia.

Jangab lupa bahagia ya. Jangan menjaga luka.

  • view 99