Masih Adakah Perawan Hari iIni Untuk Kami?

Rulli Seftiadi
Karya Rulli Seftiadi Kategori Renungan
dipublikasikan 13 Juli 2016
Masih Adakah Perawan Hari iIni Untuk Kami?

Perawan! Sekilas oleh sebagian wanita yang belum menikah dianggap sesuatu yang sangat penting yang harus di jaga sampai ada seseorang yang menghalalkannya. tapi mungkin bukan hanya sebagian, menurut saya semua wanita berfikiran begitu pada awalnya.

Saya termenung saat seorang teman berteriak " SISAKAN PERAWAN UNTUK GENERASI KAMI" yang menurut penjelasannya itu hanyalah sebuah judul lagi salah satu band kesukaannya.

Kerap dianggap tabu dan sering disingkirkan dari topik pembicaraan bukan karena hal ini sudah tidak menarik lagi, tapi kebanyakan dari mereka sudah tidak memilikinya (Sumber) . Menurut saya bukan karena kurangnya pendidikan agama sejak usia dini  yang menyebabkan semua ini, tapi lebih menitik beratkan kepada kurangnya pengawasan atau perhatian yang orang tua berikan kepada anaknya sehingga anak tersebut mudah terjerumus kedalam lingkungan yang tidak baik atau hal-hal yang negatif. Bukan hanya karena itu faktor utama yang menyebabkan kita terjerumus, coba kita lihat hal-hal yang selama ini beredar di sekitar kita seperti contohnya adegan sinetron. Jangankan hanya sinetron biasa yang sudah jelas mengajarkan kita atau anak-anak kita hal-hal yang sedikit demi sedikit merubah persepsi yang telah pendahulu kita ajarkan? tetapi sinetron religi pun masih banyak yang menerapkan prinsip berpacaran, membuly seseorang yang single, berulangtahun, cara berpakaian (insyaallah akan saya buat penjelasannya di tulisan berikutnya) sehingga akan merusak akhlak yang telah kita atau orangtua kita ajarkan sewaktu kita atau mereka kecil. setidaknya hal-hal tersebut (berpacaran) yang saya fikir dan banyak saya dengar ceritanya sehingga mempengaruhi tingkat keperawanan di indonesia.

Terus saya termenung memikirkan statement yang menjelaskan banyaknya wanita belum menikah yang sudah tidak perawan di indonesia yang mungkin akan menimbulkan kegelisahan untuk saya dan teman-teman saya. Saya berfikir, rugi sekali kita sebagai laki-laki baik jika mendapatkan wanita sisa dari laki-laki yang tidak bertanggungjawab, apakah salah kita?. siapa yang harus kita salahkan ketika angka keperawanan di indonesia terus menurun?. Tidak adil menurut saya jika seorang laki-laki yang selalu menghargai wanita mendapatkan seseorang yang sudah tidak perawan lagi. saya tidak tahu apakah kebanyakan pria yang tidak menghargai kehormatan wanita atau wanita itu sendiri yang tidak menghargai kehormatanya ? masih adakah perawan hari ini untuk kami? dan banyak lagi pertanyaan bodoh yang tersirat dalam fikiran saya.

Tidak ada cara lain bagi kita selain menumbuhkan rasa ikhlas, sembari terus berdoa agar diberikan sosok yang terbaik, karena kita tidak tau sosok seperti apa yang akan kita dapatkan yang telah tercatat jauh-jauh hari lewat kitab lauh mahfudz, yang pasti yang harus kita yakini adalah janji allah “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26). semoga kita selalu diberi petunjuk agar menjadi lebih baik.

"Ya allah, siapapun dan seperti apapun jodoh saya kelak, semoga itu yang terbaik untuk saya, yang akan menemani saya hingga salah satu diantara kita tiada, yang akan saling membantu untuk menghadapi ujian-ujianmu, yang akan saling membimbing untuk masuk kedalam surgamu".

  • view 218