Cantik itu Bersyukur

Ruli Bestari
Karya Ruli Bestari Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 Juli 2016
Cantik itu Bersyukur

Sebagai wanita, cantik itu menjadi sebuah hal yang membanggakan. Cantik itu relative. Tidak semua dapat dikatakan cantik , dan tidak semua juga bisa dikatakan jelek. Wanita pasti melakukan apa saja yang masih bsa mereka jangkau untuk menambah kecantikannya. Cantik fisik mungkin lebih banyak terekspos sehingga berlomba lomba dalam kecantikan fisik menjadi hal yang lumrah dan wajar. Lebih tepatnya wajar sekali. Coba deh , produk kecantikan apa sih yang ngga laku saat ini ? mayoritas laku meskipun kadang keamanannya dipertanyakan. Hanya satu tujuan mereka “Menjadi Cantik “ lebih tepatnya menjadi yang paling cantik. Wanita itu complicated. Cantik yang sempurna atau menjadi yang paling cantik tidak akan pernah habisnya. Cantik itu memang relative dan pembawaan. Kalau Pede , cantik itu akan muncul.
Tulisan ini pasti dibilangi tulisan teoritis. Kuno. Konservatis. Sudah lawas kalau cantik itu relative. Iya memang sudah lawas. Baheula malah. Kalau sudah tahu , kenapa mesti berlebihan dalam kecantikan ? Indikator wanita cantik itu sebenarnya hampir sama. Hidung mancung, rambut panjang, badan proporsional, wajah mulus bisa dikatakan lalat jatuh kalo hinggap, tinggi semampai. Hmm… cantik seperti itu mah yang teori. Teori konservatis kalo cantik itu cuma dilihat dari yang seperti itu. Buanyak buaaaangeet wanita yang seperti itu. Nah, berarti semua wanita yang kayak gitu cantik ? Mungkin secara sekilas memang enak dilihat tapi belum tentu cantik. Cantik itu sebenarnya pembeda. Terkadang suka mikir “ ada yang beda dari wanita ini “ sehingga orang yang melihat ngga berhenti kagum, atau malah ngga berhenti buang muka hhaaa…Kalau Cuma ngejar indicator konservatis itu mah, kamu akan menjadi wanita cantik di drama drama kuno yunani. Tidak nyata. Bangun !
Wanita itu emang ngga pernah puas atas apa yang dimiliki. Punya ini , eeeh malah minta itu. Punya itu,, eh malah minta anu. Trus maunya apa ? itu bukan kodrat. Itu Cuma masalah pemikiran atas kesyukuran. Barang siapa yang ngga bersyukur, semuanya kan terlihat kecil, terlihat kurang. Temennya kurusan dikit, dibatin. Temennya wajahnya mulus dikit, dibatin. Baju temennya branded dikit, dibatin. Dibatin melulu sampe akhirnya frustasi. Pengen ini pengen itu pengen semuanya, tapi apa daya terkadang ada hal yang membatasi. Obatnya? Bersyukur. Kembali pada fungsi penciptaan manusia. Buat apa diciptakan di dunia ? apa kita diciptakan hanya untuk pake baju branded, diciptakan untuk kurus, diciptakan untuk punya kulit mulus ? masa Cuma itu ? manteeep banget kalo Cuma seperti itu. Ternyata manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dengan skope yang lebih luas daripada hanya mikirin wanita lain yang sibuk mikir kecantikannya…
Bukan berarti kita acuh sama kecantikan loh yaa… cantik itu perlu. Identitas wanita malah. Wanita yang tidak menjaga kecantikan ya bukan wanita. Mereka hanya wanita jadi –jadian hihihi… berlakulah wanita selayaknya. Menjaga kecantikan ragawi, batin, perilaku dan banyak banyak bersyukur. Kalau kita ga bersyukur, apapun yang didapat, dikejar, dilakukan menjadi nol. Karena kita merasa kurang. Kurang dan selalu kurang. Nah kalau begitu, hakikat hidup itu apa ?

-journey to be success with value –

  • view 213