Aku tak pernah mencintaimu dengan kebohongan

Ruang Rasa
Karya Ruang Rasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Oktober 2017
Aku tak pernah mencintaimu dengan kebohongan

Aku tak pernah mencintaimu dengan kebohongan. Apakah kau bisa merasakan cinta yang dicampur kebohongan? Cinta tetaplah terasa cinta, jika kau mau mengakuinya. Jika kau merasa itu bukan cinta, berarti itu memang bukan cinta. Bukannya cinta yang dicampur kebohongan. Pengkhianatan pun adalah pengkhianatan. Bukannya cinta yang dicampur penghianatan. Aku tak berniat membohongimu, juga tak ingin mengkhianatimu.

(Ruang Rasa; Aha Anwar)

 

Pikiranmu adalah samudera. Ingin ku menyelami kedalamnya. Mencari banyak hal, menemukan yang kau sembunyikan, dan memahami setiap gelombang. Aku ingin melakukan itu, dan selalu ingin melakukan itu. Tapi aku takut tenggelam, hilang dan mati ditelan ganasmu yang kau tutupi dengan sikap tenang dan diam.

(Ruang Rasa, Aha Anwar)

 

Kita hanya perlu tumbuh bersama kesulitan. Pasangan itu adalah kesulitan yang kita samarkan menjadi baju-baju yang dengannya kita menjadi hangat dan syahdu. Meski kadang bisa berubah jadi gerah dan gundah. Tapi manusiawinya kita cenderung menghindari kesulitan. Padahal kesulitan pasti datang dan pergi saat kita bisa menghadapinya. Mari memeluk kesulitan, seromatis memeluk pasangan.

(Aha Anwar)

 

Hari-hari terus berganti. Terlipat lalu membuka yang baru lagi. Aku harus bersiap menerima tugas dan tantangan. Bersiap menerima ujian dan hambatan. Bersiap menerima bahagia dan kesedihan. Dan hari-hari akan terus berjalan. Aku harus menikmati kehidupan. Enak dan tak enak bergantian. Begitulah kehidupan.

(Aha Anwar)

 

Angin katakan padaku jika dia memang berdoa untukku. Katakan padaku jika dia memang menginginkan aku. Aku sudah lelah menunggunya mengatakan semuanya padaku. Aku rasa dia masih seperti dulu; masih saja takut dan malu.

(Ruang Rasa; Aha Anwar)

  • view 31