Jika suatu hari nanti kamu datang padaku menanyakan dirimu di hatiku

Ruang Rasa
Karya Ruang Rasa Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Oktober 2017
Jika suatu hari nanti kamu datang padaku menanyakan dirimu di hatiku

Jika suatu hari nanti kamu datang padaku menanyakan dirimu di hatiku, kau bisa menemukanmu di dada ini. Meski mungkin sudah tersingkir dan terasing di pojokan, tak pernah tersiram, karena kesibukanku merawat yang lain yang menjanjikan perhatian. Tapi kamu harus tahu, kamu selalu ada di hatiku. Tak kan pernah bisa keluar. Disanalah tempatmu abadi. Karena kau pernah ku cintai. Meski barangkali dulu kau tidak pernah menganggapku berarti.

(Aha Anwar)

 

Pikiranmu, perasaanmu, keinginanmu, tuntutanmu adalah berjilid-jilid ayat yang kau wahyukan kepadaku. Sayangnya aku tak langsung bisa mengerti. Aku harus bersusah payah mengamati gerak-gerikmu, raut wajahmu, kode-kodemu terlebih dahulu untuk menerjemahkan semuanya. Lelah memang. Tapi mau bagaimana lagi, perempuan memang inginnya dimengerti.

(Aha Anwar)

 

Aku ingin belajar sabar dari perempuan. Sabar menanti datangnya seseorang yang tak memberikan sedikit pun kepastian. Aku juga ingin belajar tabah dari perempuan. Meski pun luka menyayat-nyayat organ dalam, ia tetap bertahan dan setia. Aku ingin belajar darinya. Meski terkadang aku merasa kasihan karena sikapnya.

(Aha Anwar)

 

Sampaikan perasaanmu. Bukankah itu yang ingin kau lakukan? Jika kau jadi dia pun pasti ingin meminta siapapun yang suka padanya mengatakan perasaannya. Semua orang menginginkan keterbukaan. Berapa banyak orang menjadi rumit hidupnya karena hal-hal yang harusnya diungkapkan, tapi malah disembunyikan. Jadi, ungkapkan perasaanmu. Setidaknya itu akan membuat lega hatimu. Dan pastinya membuat dia tahu kebenaran hatimu. Soal hasil yang lain yang kau inginkan, hanya perlu menerima apapun hasil dari sebuah upaya yang sudah kau lakukan.

(Aha Anwar)

 

Jangan mengkhawatirkan masa depan hingga kau tak bekerja maksimal hari ini. Karena sikap itu seperti usaha merusak anak tangga yang sedang kamu pijak. Jika anak tangga itu rusak kamu tidak bisa sampai di puncak seperti yang kamu inginkan.

(Aha Anwar)

  • view 155