Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 25 Oktober 2017   19:14 WIB
Selalu ada hal yang tak bisa kita katakan, saat mata kita saling bertatapan

Selalu ada hal yang tak bisa kita katakan, namun ingin sekali kita katakan saat mata kita saling bertatapan. Hal inilah yang membuat seketika waktu merambat pelan. Aku mencoba menerka-nerka apa yang kamu pikirkan. Barangkali kamu pun demikian. Saat kembali tersadar, suasananya jadi canggung dan membingungkan. Kita sama-sama salah tingkah, dengan tetap tak satupun penjelasan kita dapatkan.

(Aha Anwar)

 

Cara memastikan pasangan kita biar setia adalah memastikan diri kita sendiri setia terhadapnya. Karena yang bisa kita kendalikan adalah diri sendiri, bukan diri orang lain.

(Aha Anwar)

 

Meski kita adalah pasangan yang pernah berjanji saling terbuka dan percaya, nyatanya kita tetap saja menyimpan benci dan rahasia. Kemudian memaksamu untuk mengerti apa yang aku pinta, tanpa perlu aku menjelaskannya. Rasanya memang benar apa kata mereka, bahwa pasangan hanya kelihatanya saja mesra, tapi kenyataannya saling menggoreskan luka.

(Aha Anwar)

 

Jangan berusaha pergi meninggalkan kuburanku. Sebab makamku berada di pikiranmu. Sejauh apapun pergi, kau pasti akan bertemu pada kenangan-kenangan bersamaku. Tak perlu juga membakar dan melarungku. Sebab aku menetap abadi dalam kenanganmu.

(Aha Anwar)

 

Aku tak pernah lupa bahwa apa yang ku lakukan adalah demi untukmu. Meski mungkin saja kamu sudah lupa bahwa aku pergi adalah untukmu. Bukan untuk kesenanganku.

(Aha Anwar)

 

Aku terus duduk sendiri dan membayangkan kau ada disini menemani. Aku bercerita panjang lebar seolah kepadamu, tapi nyatanya hanya dalam benakku. Kamu tersenyum di imajinasiku dan itu cukup menghapus kesepianku. Penantianku bukanlah penantian menunggu kamu, tapi penantian berdamai pada kenyataan bahwa kamu tak lagi menginginkanku.

(Aha Anwar)

 

Orang-orang menyembunyikan dirinya di dalam media sosial. Orang-orang juga memakaikan dirinya dengan pakaian milik orang lain. Orang-orang juga menjual wajahnya untuk hanya menyenangkan dirinya. Bahkan tak sadar aku juga demikian.

(Aha Anwar)

 

Berpisah dengan rasa ingin membersatu memang melucukan. Tapi itulah yang sering terjadi. Keraguan beberapa gelintir, mengalahkan cinta dan keinginan membersatu yang banyak. Tak perlu memburu kepastian, karena semua yang akan terjadi di masa depan penuh dengan ketidak-pastian.

(Aha Anwar)

Karya : Ruang Rasa