Sudah Terbiasa Bersedih

ROVITA FEBRIANTI
Karya ROVITA FEBRIANTI Kategori Renungan
dipublikasikan 13 September 2016
Sudah Terbiasa Bersedih

Sudah Terbiasa Bersedih

 

Sudah terbiasa bersedih,  ya itu kebiasaan dalam hari hariku. Menangis tersedu sedu, hati kecil makin membelenggu menanti saatnya datang untuk keluar dari lubang ratu.

“kamu habis nangis ya?” “lho kenapa matamu sembab?” “di putusin sama si doi kah?” dan berbagai macam pertanyaan terlontar di pagi itu. Sebisa mungkin aku mencari alasan untuk bisa menepas pertanyaan mereka. “nggak kok, ini mata cuman kebanyakan di depan laptop aja kerjakan tugas” tukasku. “ah kamu ini kebanyakan alasan” lawanan perkataan mereka untuk menjawab alasanku. Memang benar sekali apa yang mereka kira. Tapi kali ini aku bukan menangis karena si doi ataupun putus cinta,  tetapi karena kerajaanku sudah tak seperti syurga yang dulu selalu aku rindukan.

Hidup memang begini adanya. Ketika senang tertuang, susahpun akan ikut serta di dalamnya. *sama seperti kamu dan aku (eaakkk). Tuhan telah menggariskan semuanya sesuai dengan apa yang kita mampu. Seperti judulku ini, yang sudah terbiasa untuk bersedih. Aku yakin dapat merubahnya dan ini bukanlah takdir. Mungkin memang cobaan datang sesuai dengan kadar keimanan seseorang yang akan membuat semakin tinggi derajatnya. Derajat di hadapan Tuhannya.

  • view 218