Karena Takut Api Neraka, Anak Kecil Itu Menangis

ROVITA FEBRIANTI
Karya ROVITA FEBRIANTI Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2016
Karena Takut Api Neraka, Anak Kecil Itu Menangis

Fajar mulai menampakkan sinarnya. Terlihat seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, tiba-tiba mendengar suara seorang anak kecil yang sedang menangis. Ia pun mencari tau dari mana suara itu berasal, didekatinya secara perlahan, ternyata yang menangis adalah seorang anak kecil yang sedang mengabil air wudhu di sungai yang tidak terlalu deras.
?wahai anak kecil, mengapa kamu sendiri disini?? Tanya lelaki tua dengan rasa penasaran
Anak kecil itu menjawab ?wahai paman, saya telah membaca Al-Quran sehingga sampai pada ayat yang berbunyi Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum. Yang bermaksud Wahai orang-orang beriman, jagalah olehmu sekalian dirimu?
?lalu, mengapa kau menangis?? semakin penasaran
?saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan kedalam api neraka? jelasnya
?wahai anak kecil, janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan di masukkan ke dalam api neraka? sembari menenangkannya
?wahai paman. Paman adalah orang yang berakal, tidaklah paman melihat ketika orang menyalakan api maka yang pertama kali mereka letakkan ialah sebuah ranting-ranting kayu kecil dahulu, kemudian baru mereka letakkan yang besar?
?coba jelaskan pada paman sesungguhnya apa yang telah terjadi? Paman tidak sama sekali mengerti maksud dari perkataanmu nak.? Sembari mengelus rambut kusut anak kecil itu.
?saya takut, bila saya tidak dapat menjaga diri dalam hal keburukan. Ayat tersebut sangat benar adanya, bahwa api neraka sangatlah menakutkan. Dan pastinya sayalah yang akan di bakar dahulu, kemudian mereka yang dewasa? dengan lembut ia mencoba menjelaskan pada lelaki tua itu.
?sungguh kau anak kecil yang berilmu. Paman malu akan diri ini yang tak sedikitpun mengingat neraka, padahal kau masih sangatlah terlalu kecil untuk memikirkan akan hal ini.? Kata orang tua itu sambil menangis.
?marilah kita memohon ampun padaNya paman, sesungguhnya hanya ALLAH lah Tuhan semesta alam yang maha pemberi maaf dari segala dosa.? Mencoba menjelaskan kepada lelaki tua itu.
??????????? Subhanallah. Seorang anak kecil yang masih suci tubuhnya lebih mengingat akhirat ketimbang seorang dewasa yang lebih berilmu.

  • view 222