Antri Menahan

Rosyid Mu'afa
Karya Rosyid Mu'afa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Januari 2018
Antri Menahan

Aku sedang menunggu didepan kamar mandi, karena sudah tidak kuat lagi menahan hajat. Aku menunggu diatas kolam ikan yang penuh dengan air hujan. Tak ada ikan, hanya ada lumut yang tumbuh liar. Kalau pun ada ikan, usianya tak akan lama. Ditengah-tengah kolam ada lubang septictank yang ditutup dengan semen. Lubang yang sengaja dibuat menonjol setengah meter keatas tersebut, adalah tempat yang nyaman untuk duduk-duduk, menunggu antrian buang hajat atau mandi. Letaknya yang tepat dibelakang mihrab membuat siapa saja yang duduk disana dapat mendengar ceramah dari dalam masjid.  Selain  mengantri, bisa disitu siapapun dapat mendengarkan ceramah ustad dari dalam masjid.

Tangan kanan memegang perut yang bergonjang-ganjang. Sambil duduk  ngos-ngosan, menahan nafas atas dan bawah, agar lahar tak segera keluar. Pantat kupegang erat , jempol disebelah kanan empat jari  disebelah kiri. Aku takut kalau-kalau hal yang tidak diinginkan akan terjadi.


 ”Lama sekali orang ini!”  keluhku sedikit menahan.

“Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.” Salam pertanda ceramah sudah dimulai.

“Walaikum salam warohmatullah wabarokaatuh.” Riuh para audien menjawab salam penceramah.

Aku masih melamun, berfikir keras, siapa sebenarnya yang sedang duduk didalam.

“Na!  kamu ngapain?“ Tanya Hendri

“Hah, hey!“ Aku terkejut. Seorang teman lewat menyapa.


“Oh, ini mas, sedang antri.”  Jawabku pelan, menahan.

Aku berdiri mendekati pintu kamar mandi, kuketuk dua tiga kali, ” tok,..tok,.”  sekali lagi “tok…tok.,..tok..“ Suara sunyi dari dalam kamar mandi, seakan tak ada orang didalamnya. Hanya terdengar tetesan air yang jatuh dari keran. “Baru saja selesai sholat subuh, kok sudah ada yang didalam. Pasti dia tidak ikut sholat.” Pikirku.

“Hallo, siapa didalam?” ucapkuku lirih. Masih belum ada jawaban.

Didepan pintu,  ada beberapa ember kecil yang berisi peralatan mandi. Sikat gigi, lengkap dengan pastanya, sabun mandi dan shampoo lengkap dengan busanya. Aku mencoba mendorong pintu kamar mandi tersebut kedalam, “ ngeeeekkkk…..” Suara pintu terbuka.

Wasyem!“ Aku kesal.

Sudah lima belas menit lamanya aku menunggu diatas kolam, dan ternyata tidak ada orang.
 

  • view 81