Derita Cinta

Rosyid Mu'afa
Karya Rosyid Mu'afa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 Juni 2017
Derita Cinta

Sudah pukul 1:11 pagi aku masih menatap laptop diatas ranjang, sambil memikirkan lena yang mulai meresap kedalam sanubari cinta dalam dada. Aku mencoba nampilkan foto lena kehadapan ibuku, tapi ibu, ibu bukan gembira, melihat anaknya mulai mendekati wanita yang dicintainya. Ibu hanya mencibir.

 Aku mencoba menggoda ibu dengan berniat untuk membawa lena datang kerumahku. Ibu mulai kesal dengan tingkahku, mendengar siulanku yang selalu mengucapkan nama lena disetiap keluh kesahku ah lena lena, kau memang bidadari yang tak bisa disentuh malaikat pagi.

Akupun mulai mencintaimu lena, sejak kapan? Sejak aku mengenal namanya, walau sekalipun aku belum pernah bertemu dengan dirinya, tapi hati ini mungkin memang sudah buta memilih lena, untuk jadi pendamping hidupku.

 Aku tersenyum lugu, penuh dengan hayalan kalau suatu saat kita berumahtangga, aku jadi ayah dan kau ibunya, lalu kita dianugrahi anak lima. Hidup bahagia bersama keluarga adalah impian semua orang, begitu pula dengan hidupku yang ingin selalu bahagia bersama lena. Ah hanya membayangkan suatu saat kalau aku bertemu dengannya akan kukatakan perasaanku yang sebenarnya kepadanya.

 Aku tak peduli apakah lena akan menyangkal, menolak atau hanya tersenyum kecu. Aku hanya ingin menyambung hatiku kepadanya, toh kalau dihati lena sudah ada orang lain yang  diikat erat-erat, aku tak akan memaksa untuk memutus tali yang sudah dia sambung lama.

 Aku hanya tali raffia, yang mudah sekali rantas dan putus jika lama digunakan. Mungkin ini jenis cinta  yang kuderita. Aku tak tahu harus berkata apa ketika bertemu dengan lena, aku bingung berhadapan denganmu langsung lena. Aku tak karuan dihadapkan dengan cinta yang ditunggu datang. Lena, Marlena tokoh ciptaan Andrea Hirata yang lekas sekali dengan dirimu lena.

Jika aku seorang sabari kuharap kau menjadi Izmi, tapi karena kau seorang Lena, apalah artinya seorang sabari dihadapan lena yang cantik jelita. Selamat tidur lena, semoga kau mimpi indah. Aku merindukan senyumanmu ketika berhadapan dengan bogel leboi. Aku hanya lelaki bergigi kelinci, memiliki telinga seperti kurcaci, tapi cintaku kepadamu lena, tak sepadan jika dituliskan diatas daun dan ranting sebagai pena, sedangkan lautan sebagai tintanya, kau tak akan pernah bisa menghitung besarnya cintaku padamu.

Sabari

 

Terinspirasi dari Novel “Ayah”

Karya Andrea Hirata

Dilihat 21