Batik Semarang16

Rosyid Mu'afa
Karya Rosyid Mu'afa Kategori Budaya
dipublikasikan 08 April 2017
Batik Semarang16

Kata batik secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, yaitu ”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik”.
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau meneratakan malam pada kain, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. (Wikipedia.com).

Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik dan teknologi, serta pengembangan motif, dan budaya yang terkait, oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan budaya kemannusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Sejak 2 Oktober 2009. (Wikipedia.com). Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. 

Di sisi lain,J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti TorajaFloresHalmahera, danPapua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik.  Batik semarang mulai muncul pada 2005, yang diprakarsai oleh ibu Umi Adi Susilo. Wanita asal Jakarta yang memberanikan diri untuk merintis usaha dibidang fashion budaya yang tidak biasa.

Berawal dari coba-coba, Ibu Umi membuat batik tulis. Mendesain menggambar motif, melapisi gambar dengan lilin, mewarnai kain, dan menjahit sampai jadi baju, semua dilakukan sendiri oleh Ibu Umi. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ibu Umi tidak ada niatan untuk memiliki butik sebesar Batik Semarang 16. Sebelum memutuskan untuk membatik, Ibu umi pernah juga membuat bakery dan dijual ditoko-toko dekat rumahnya.  Usaha bakery tersebut tidak berjalan lama, karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga.

Batik milik ibu Umi, mulai dikenal masyarakat semarang sejak diadakannya pameran produk local yang diadakan oleh pemkot semarang pada 2005 dibalaikota. Potensi pasar yang tinggi, membuat ibu Umi termotivasi untuk mempelajari batik lebih dalam lagi. Beliau belajar teknik membatik tidak hanya disatu tempat, tetapi ada beberapa tempat yang menjadi sekolah beliau membatik, diantaranya; pekalongan, solo, Jogjakarta, dan beberapa daerah lain.

Mengetahui seluk – beluk tentang batik- membatik, ibu umi sadar bahwa tenaga pembatik disemarang sangat minim, bahkan sangat sulit untuk dicari. Berbeda dengan daerah yang memang sejak dulu dikenal dengan batik daerahnya, seperti pekalongan, solo, Jogjakarta, Kediri dan daerah-daerah lainnya. Akhirnya, ibu umi berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada beberapa tetangga, yang juga seorang ibu rumah tangga. Selain memeberikan pelatihan  kepada tetangganya, ibu umi juga membuka kepada masyarakat umum untuk berlatih membatik.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan diadakannya pelatihan membatik secara gratis oleh ibu umi. Setelah rangkaian pelatihan selesai,dan menghasilkan belasan alumni membatik, beliau mulai merekrut tetangganya yang bersedia menjadi pembatik. Seiring berjalannya waktu,  beberapa tetangga ibu umi mengikuti seleksi alam, hanya tinggal beberapa orang yang masih bertahan. Sebelum ibu umi memberikan pelatihan, beliau memproduksi batiknya dengan tenaga anak-anaknya dirumah. Tidak sedikit orang yang mengkritik, dan complain terhadap hasil karya beliau. Batik semarang termasuk jenis batik pesisir yang memiliki ciri khas pesisir hampir sama seperti pekalongan, tuban dan lamongan.

Kreatifitas beliau yang diluar dugaan kebanyakan orang, ibu umi membuat batik semarang dengan motif kekayaan lokal kota semarang, seperti; lawang sewu dan tugumudanya, kelenteng sampookong, dan masih banyak lagi yang membuat tidak sukanya orang, Karena batik yang memiliki motif biasa, diganti dengan motif ikon kota. Tapi semua itu tidak serta-merta membuat ibu umi menyerah untuk membatik dengan ciri khusus. Batik ibu umi sengaja diberi nama Batik Semarang16, menurut karyawan yang menyampaikan sejarah berdirinya batik semarang 16, mengatakan bahwa; Batik semarang16 terinspirasi oleh surat dalam Al Quran yang ke 16. Religiusitas yang tergabung dengan kreatifitas, membuat ibu umi bertahan dalam bisnisnya hingga sekarang. Rumah Produksi Batik Semarang 16 terletak diJalan Raya Sumberejo RT 02 RW 05 Meteseh, Tembalang Kota Semarang

Memiliki luas lebih dari 3000 m², Batik Semarang 16 setiap harinya mengahsilkan puluhan kain batik tulis. Batik Semarang 16 memiliki 30 karyawan tetap, yang masing-masing bertugas sebagai, pembatik, penggambar, pembuar custome batik (batik cetak), penenun, dan perendam kain untuk warna. Lokasi yang jauh dari kota membuat Batik Semarang 16 sulit dijangkau. Oleh karena itu Batik Semarang 16 menjual produknya dioutlet-outlet mal disemarang dan toko-toko butik.

  • view 94