Lubang diBajuku

Rosyid Mu'afa
Karya Rosyid Mu'afa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 April 2017
Lubang diBajuku

Saya seorang mahasisiwa semester enam yang sebentar lagi akan menjalani Ujian Tengah Semester. Sama seperti kebanyakan anak muda yang berstatus mahasiswa, ngegame menjadi hal yang sudah biasa bagi kita.

  Saya juga seorang fans Arsenal, salah satu club sepakbola asal Inggris yang masih eksis diliga 1. Sebenarnya saya tidak ngefans dengan arsenal. semua ini berawal dari PS 3 yang saya mainkan bersama dua kawan lama saya. Jujur saja sebenarnya, saya lebih berpihak kepada Liverpool dari pada arsenal. ciye kayak jadi rebutan aja.

Karena teman saya memilih menggunakan Liverpool sebagai gacuk untuk main, akhirnya saya memilih arsenal. Meski setiap musim selalu nangkring diperingkat 4 klasemen. Untuk musim ini sepertinya akan turun peringkatnya, hari ini, minggu 2 April 2017 masih duduk diperingkat 6, padahal sebentar lagi pergantian musim segera tiba, tanda liga akan segera berakhir. Ditambah lagi dengan rumor pindahnya pemain inti. Setelah gagal melangkah kebabak berikutnya diliga Champion eropa, arsenal menyerah dengan agregat 10:2 kepada Bayern munich. Arsenal arsenal, malang sekali nasibmu musim ini.

Seorang fans akan rela membeli dan memakai atribut yang ada kaitannya dengan club yang ia sukai. Saya sendiri sebelum berpindah ngefans ke arsenal, saya memiliki beberapa kaos Liverpool. Karena dulunya saya fans Liverpool. You will never walk alone jargon fans Liverpool yang saya ketahui dalam bahasa jawa yang artinya kurang lebih kowe ora bakal mlaku dhewe. Jersey Liverpool milik saya,  jika sekarang saya pakai bisa jadi akan sobek karena kekecilan.

Setelah lama melewati hari-hari menjadi seorang fans Liverpool, saya memutuskan untuk berpindah kelain pihak. Saya menjadi fans arsenal yang loyal, hehe. Saya membeli jersey arsenal ketika saya tergila-gila dengan Welbeck, salah satu striker yang dimiliki timnas inggris,  yang seringkali saya pakai diPS 3, karena larinya yang tak pernah bisa dikejar oleh musuh. Sekarang Welbeck masih merumput bersama mbah wenger. Saya membeli jersey tersebut sekitar bulan oktober 2016 dan sampai sekarang April 2017 usia jersey saya genap tujuh bulan. Namun sayang seribu sayang, usia memang tidak mempengaruhi semangat jersey milik saya, warnanya yang cerah membuat semua mata terpana ingin memilikinya. Bukan karena usang dan pudarnya warna, tapi karena api kecil yang menempel beberapa detik saja didada sebelah kiri. Jersey yang saya pakai berlubang.

Kejadiannya pada malam tahun baru  2017, ketika itu keluarga besar sedang berkumpul dirumah saya untuk menyambut datangnya pergantian malam tahun baru. Ada yang bakar jagung, bakar sate, dan bakar bakar yang ada hehe.

Tetangga saya juga sedang ada acara yang sama, mereka keluarga besar, berkumpul dirumah orang tuanya, yang juga tetangga saya, maklum dikampung, rumah anak-anak tidak jauh dari rumah orang tua.

Malam sudah mulai gelap, tanda akan segera bergantinya tahun sudah terlihat, tetapi masih ada sekitar 3 jam yang harus dilalui untuk berganti dari 2016 ke 2017. Pukul 21.00 WIB, saya masih sibuk dengan buku saya baca. Saya tidak peduli dengan keluarga saya yang berkumpul dirumah. Karena ini termasuk yang pertama bagi saya, merayakan malam tahun baru. Biasanya, ketika tahun akan berganti, saya hanya tidur dirumah atau sekedar menonton tv sampai larut malam.

 Saya melihat kedepan rumah, ada dua adik saya, dan beberapa kakak sepupu saya sedang menyiapkan api. eh, ternyata sudah satu jam lamanya kakak keponakan saya dan adik saya belum bisa menyalakan api. Ceritanya mereka akan  membakar jagung yang sudah dibumbui. Sudah satu jam berlalu api belum juga meyala. Akhirnya, dengan berat hati saya bantu mereka menyalakan api sekaligus membakar jagungnya. Tepat pukul 22.00 api baru bisa menyala karena kendala teknis dan sempat hujan juga, untungnya hanya sebentar, jadi tanah tidak terlalu basah.

Setelah beberapa menit api akhirnya menyala, dan arang yang kami bakar sudah memerah seperti darah. Jagung siap untuk dibakar, saya menyiapkan kipas angin, agar tidak repot untuk mengipasi jagung bakar secara manual. Nasib yang sial menimpa saya, ketika kakak saya meniup arang yang panas dengan mulutnya, fiuh…fiuh…fiuh seketika sepercik api terbang menuju dada kiri saya. Saya tidak merasa ada yang aneh ditubuh saya, namun setelah beberapa menit, tiba-tiba saya merasakan ada yang kehangatan didada.

waduh apa ini? Wah jebule mowo, panas ik. Keluh saya dengan tenang. Setelah saya cek lagi api tersebut sudah menghilang tak ada jejaknya. Saya meraba dada kiri saya, dan saya menemukan sesuatu yang kasar ada dipermukaan baju saya. ketika itu saya memakai jersey kebanggaan saya, jersey arsenal yang saya pakai ternyata berlubang karena terkena api yang terbang. Kata kakak saya besok beli lagi! Paling Cuma 20 ribu. Sampai sekarang saya belum membeli jersey yang baru lagi, karena  stok ditoko selalu habis ketika saya ingin membeli. Saya masih  sering memakai baju berlubang tersebut, bahkan ketika kekampus saya pakai tanpa ada rasa malu. Hehe.

  • view 104