Senja

Rosita Dewi
Karya Rosita Dewi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Januari 2016
Senja

Kulihat senja pada senyummu . Tiap hari tiap waktu aku menantimu di batas karang pantai. Hingga suatu senja aku memberanikan diri menghampirimu. Satu hal yang kurasa saat itu nervous bercampur dengan keringat dingin . Saat kamu muulai menatapku ada sesuatu yang menjalar di tubuhku entah apa namanya. Dengan segenap kelaki-lakianku aku mulai membuka pembicaraan.
"Hai aku Raka, kataku
"Hai aku Rena, jawabmu
"Rena Puspita?, tanyaku lagi
"Ko' tau ?, tanyamu penasaran
Aku hanya senyum. Tentu saja aku tau namamu , jangankan cuma nama, semua kebiasaanmupun aku hafal. Karena aku telah memperhatikanmu sejak lama. Jauh sebelum akhirnya aku memberanikan diri mendekatimu.
Sejak perkenalan itu aku dan kamu semakin akrab dan semakin dekat. Dulu aku hanya bisa memperhatikanmu dari kilometer yang begitu jauh, tapi kini waktu telah merubahnya menjadi centimeter yang begitu dekat. Sialnya sejak mengenalmu aku jadi suka lagu-lagu bernadakan cinta , aku juga mengarang puisi , dan berharap suatu hari bisa membacakannya di depanmu.
Tapi, semua telah berubah ketika senja datang lagi. Kali ini senja membawa kabar buruk untuk diriku khususnya perasaanku. Ada yang lain dengan senja, ada yang telah berubah tak seperti dahulu saat senja mempertemukan kita. Dulu aku menyukai senja, karena di sana kudapati dirimu yang sedang menikmati suasana senja. Tapi kini senja membawaku pada keadaan yang sama sekali tak ku inginkan. Membawaku pada keadaan yang teramat sakit. Aku telah mengumpulkan berjuta keberanian untuk membacakan puisi-puisi yang selama ini berjejalan penuh mengisi kamar ku . Tapi semua sudah terlambat sejak pertemukan kita: aku, kamu, dan Rama.
" Hai Raka, sapamu dengan senyum.
" Hai Ren, kataku
" Oh ya kenalin ini Rama, katamu
" Dia siapa? tanyaku
" Dia temen, sahabat , em pokoknya dia segalanya buat aku.
Kamu senyum, Raka tersenyum aku juga ikut senyum meski sejujurnya hatiku hancur. Aku berharap pertemuan senja ini menjadi pertemuan romantis yang pernah kita alami, tapi malah jadi pertemuan menyakitkan buatku. Kini aku jatuh cinta , tapi cinta menjatuhkanku pada luka yang teramat dalam. Aku mencoba mengubur semua kenangan tentangmu, tentang senyum bahkan tentang puisi-puisi yang tetap tersimpan di dalam kamarku . Aku bahagia pernah mengenalmu dan berharap kita tetap jadi sahabat. Dan kebahagiaanmu dengan Rama kebahagianku juga. :) . Aku tak pernah ingin kamu tau kalau sejujurnya aku sangat mencintaimu Rena . Terimakasih telah membuatku mencintai dan membenci senja.

  • view 112