MENGUSIR JENUH

Rosida wati
Karya Rosida wati Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 September 2017
MENGUSIR JENUH

Jenuh

Suatu hal yang sangat mengganggu bagi jiwa jiwa muda kreatif, begitunpun bagi kita yang sudah umur. Karena jenuh itu bisa datang kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja.

Jenuh tudak punya aturan. Kapan dia suka ya datang saja. Tanpa permisi, apalagi ijin. Karena si jenuh ini selalu mengintip keseharian kita. Ada celah langsung saja dia masuk, lalu menguasai jiwa yang semula penuh semangat dan penuh rencana serta siksp tegas, mengajaknya menjadi malas. 

Di tegas dibujuk menjadi plinplan. Bagaimana tidak plinplan?; Jika  si tegas tiba tiba jadi bosan dan lesuh karenavmerasa jenuh apa yang dia lakukan! Ini akan memicu ketegasannya untuk menyrlesaikan pekerjaan tersebut jadi bosan uring uringan, bahkan terbengkalai. Nah seandainya pekerjaan itu sehubungan dengan janjinya pada orang lain, misalnya kita mengerjakan sesuatu atas kesrpakatan bersama, inikan membiat rekan kita kecewa karena janji kita tidak tepat. Akibatnya kita dicap plinplan!

Dalam hal ini kerap terjadi pada jiwa jiwab kreatif yang memilih free lance dalam berkegiatan.  Bisa pelukus, penulis, atau para pekerja free lance lainnya. Kenapa sijenuh ini lebih suka di free lance? Karena  sifree lance lebih gampang diajak kompromi. Si free lance ini tidak punya 'Bos' jadi tudak takut dipecat. Tapi si free lance ini  merangkap. Ya sebagai bos, pekerja.

Banyak hal yang ditimbulkan  oleh dampak si jenuh ini telah berhasil bersekutu dengan jiwa kita. Banyak orang yang dirugikan karena kuasanya dia merongrong  semangat dan komitnen kita. Haruskah kita tunduk pada jenuh yang mengisap keingiban kita? Hanya menjadikan seseorang  duduk ternanguh, atau berdiam diri dengan rasa serba salah?

Ya. Jika jenuh datang otomatis menjadikan kita  bisan. Nah bagi jiwa yang semangat bisan ini akan memicu menjadi serba salah. Serba salah itu timbul karena semangat yang direngkuh sijenuh.

Ayo kawan jenuh!

Bagaimana?

Jika jiwa semangat tiba tiba merasa bosan untuk melakukan rutunitas kita itu tandanya sijenuh sudah berhasil menutup semangat kita. Okrlah kita hentikan sejenak rutinitas kita. Ayo sjak sijenuh untuk rekreasi. Misalnya dengan mengunjungi mudium bersejarah, dimana sejenak pikiran kita akan  melayang pada pelaku sejarah dan  kejadiannya.

Atau bisa ke toko buku untuk merangsang semangat untuk menulis, bahkan busa juga berkunjung ke show room mobil, agen perumahann atau pameran kebutuhan rumah tangga . Di sana otomatis kita memiliki kekaguman, dan mungkin tergrlitik untuk memilikinya.

Nah ingin memiliki berarti membeli. Membeli itu pakai uang. Kalau hanya ternenung darimana uang datang. Nah otomatis jiwa kita bergolak, seketika ingin kerja. Secara tsknkita sadari semangat yang tadi tertimbun oleh sijenuh sudah bereaksi, dan  si jenuh akan diusir. Begitu kita semangat lagi sijenuh pun malu dan dia pergi dengan diam diam.

Selamat bersemangat lagi.

 

 

  • view 19